KATA PENGANTAR
Puji syukur saya
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan Makalah ini yang
alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Pemanfaatan Teknologi
Informasi”. Makalah ini berisikan tentang pemanfaaatan teknologi informasi. Di
dalamnya di bahas bagaimana menggunakan teknologi informasi dalam kehidupan
sehari-hari, dalam organisasi, dalam bisnis dan dalam pemerintah. Dengan adanya
teknologi informasi ini, sesuatu dapat berkembang dengan cepat dan mudah.
Karena dengan teknologi semua dapat teraplikasikan. Diharapkan Makalah ini
dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Pemanfaatan Teknologi
Informasi. Saya menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu
saya harapkan demi kesempurnaan Makalah ini. Akhir kata, saya sampaikan terima
kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan Makalah ini
dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhai segala
usaha kita. Amin.
Bandung, 19 Oktober
2017
Penulis
1. Pendahuluan
1.1 Latar belakang
Kemajuan pesat
dibidang teknologi, menuntut perubahan total dalam orientasi pimpinan
organisasi terhadap peranan informasi dalam mengambil keputusan. Telah
diketahui bersama bahwa sebagai obyek studi dan penelitian ilmiah. Dengan kata
lain, di negara-negara yang sudah maju, informasi dengan segala aspek
penanganannya telah mulai menuju kearah berkembangnya ilmu informasi, yang
biasanya dikenal dengan nama “informatika”.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan Teknologi Informasi?
2.
Apa saja pemanfaatan IT dalam Kehidupan Sehari-hari?
3.
Apa saja pemanfaatan IT dalam Kebutuhan Organisasi?
4.
Apa saja pemanfaatan IT dalam Kebutuhan Bisnis?
5.
Apa saja pemanfaatan IT dalam Kebutuhan Pemerintah?
1.3 Tujuan Masalah
1.
Agar pembaca mengetahui apa itu Teknologi Informasi.
2.
Agar pembaca mengetahui apa saja pemanfaatan IT
dalam kehidupan sehari-hari.
3.
Agar pembaca mengetahui apa saja pemanfaatan IT
dalam kebutuhan organisasi.
4.
Agar pembaca mengetahui apa saja pemanfaatan IT
dalam kebutuhan bisnis.
5.
Agar pembaca mengetahui apa saja pemanfaatan IT
dalam kebutuhan pemerintah.
2. Pembahasan
2.1. Teknologi
Informasi
Di dalam kamus besar
bahasa Indonesia, teknologi yaitu metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis;
ilmu pengetahuan terapan; keseluruhan
sarana untuk menyediakan barang-barang yg diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan
hidup manusia. Menurut O’Brien (2006:28) teknologi adalah suatu jaringan
komputer yang terdiri atas berbagai komponen pemrosesan informasi yang
menggunakan berbagai jenis hardware, software, manajemen data, dan teknologi
jaringan informasi. Menurut Aji (2005:6) informasi adalah data terolah dan
sifatnya menjadi data lain yang bermanfaat dan biasa disebut informasi.
Informasi, di dalam kamus besar bahasa Indonesia memiliki arti penerangan;
pemberitahuan; kabar atau berita tentang sesuatu; keseluruhan makna yg menunjang
amanat yg terlihat di bagian-bagian amanat itu.
Banyak istilah yang
berhubungan dengan teknologi informasi karena banyaknya perubahan dan tidak
adanya kesepakatan istilah yang sering digunakan. Beberapa istilah yang sering
digunakan adalah sistem informasi manajemen, sistem informasi manajemen
berbasis komputer, teknologi informasi (TI), teknologi komputer, manajemen
informasi dan sistem informasi. Sistem teknologi informasi juga memberikan lima
peran utama di dalam organisasi, yaitu untuk meningkatkan efisiensi,
efektifitas, komunikasi, kolaborasi, dan kompetitif (Jogiyanto:2003).
2.2. Pemanfaatan IT
dalam kehidupan sehari-hari
1.
Memudahkan dalam
informasi
Anda akan
dimudahkan dalam hal informasi. Dengan adanya IT, semua informasi yang anda
inginkan akan terasa lebih mudah dan cepat untuk anda ketahui. Sebagai contoh,
anda ingin memperoleh tiket pesawat terbang untuk 3 hari kemudian. Anda bisa
melihat dan memesan tiket secara online melalui internet. Anda tidak perlu
repot-repot lagi untuk datang langsung ke bandara atau tempat lainnya.
2.
Memudahkan
komunikasi
Handphone merupakan
salah satu media IT yang dapat anda manfaatkan untuk berkomunikasi. Berapapun
jarak yang memisahkan anda dengan orang yang ingin anda hubungi, anda dapat
dengan mudah melakukannya dengan handphone. Sebelum adanya teknologi ini,
orang-orang jaman dahulu lebih memanfaatkan komunikasi jarak jauh dengan
menggunakan surat. Tentu ini membutuhkan waktu yang cukup lama agar surat
tersebut sampai ke tujuan. Belum lagi jika anda menunggu balasan dari orang
yang anda surati, sungguh menguras waktu. Namun, saat ini anda dapat dengan
mudah melakukan komunikasi dengan adanya IT.
3.
Membantu proses
pendidikaan
Proses pendidikan
akan berjalan dengan lancar jika dapat memanfaatkan IT dengan benar. Semua
informasi mengenai materi pelajaran dapat diperoleh dengan mudah melalui
internet. Para siswa maupun pengajar tinggal mencari semua hal yang berhubungan
dengan pendidikan melalui internet.
4.
Membantu sarana
kesehatan
Manfaat IT yang
tidak kalah penting yaitu di bidang sarana kesehatan. Semua orang pasti ingin
selalu sehat agar dapat melakukan aktifitas yang diinginkan. Akan tetapi, jika
kesehatan anda sedang tidak baik, anda tentu membutuhkan perawatan yang sesuai
agar penyakit anda bisa disembuhkan. Teknologi-teknologi canggih pun dibutuhkan
agar proses memonitor kesehatan dapat berjalan dengan maksimal. inilah yang
membuat IT sangat bermanfaat bagi dunia kesehatan.
5.
Sebagai sarana
untuk promosi
Setiap orang
memiliki usahanya masing-masing dalam memperoleh suatu penghasilan. Jika anda
memiliki suatu usaha di bidang perdagangan, anda dapat menggunakan manfaat IT
sebagai sarana promosi anda kepada para pelanggan. Anda dapat membuat promosi
yang menarik melalu internet sehingga orang-orang tertarik untuk membeli produk
anda. Oleh karena itu, anda jangan kaget jika anda bisa menghasilkan pendapatan
yang lebih dengan promosi melalui internet.
6.
Mengurangi
pengangguran
Pengangguran merupakan faktor yang
mempengaruhi majunya suatu Negara. Dengan adanya IT, anda juga dapat
memanfaatkanya untuk bekerja. Anda bisa bekerja secara online melalui
media-media IT yang telah tersedia seperti twitter, facebook, dan lainnya. Hal
ini tentu akan mengurangi angka pengangguran.
2.3 Pemanfaatan IT dalam
Organisasi
Pemanfaatan TI didalam Mengembangkan Organisasi atau
Perusahaan
Abstrak
Teknologi Informasi sangat dibutuhkan di dalam
operasional dari organisasi maupun
perusahaan bisnis. Pemanfaatan teknologi informasi dalam suatu fungsi dari
organisasi terbagi menjadi 5 elemen fungsi yaitu:
1). Fungsi Operasional
2). Fungsi Monitoring and Control
3). Fungsi Planning and Decision
4). Fungsi Communication
5). Fungsi Interorganisational.
Seluruh peranan teknologi informasi dalam berbagai
lapisan tersebut tidak akan berjalan baik tanpa adanya tata kelola dan
manajemen teknologi informasi yang baik, karena pada dasarnya tujuan
pemanfaatan teknologi informasi adalah untuk mencapai tujuan organisasi atau
perusahaan.
Pemanfaatan atau implementasi teknologi informasi
dalam kegiatan operasional organisasi akan memberikan dampak yang cukup
signifikan bukan hanya dari efisiensi kerja tetapi juga terhadap budaya kerja
baik secara personal, antar unit, maupun keseluruhan institusi. Pengelolaan
administrasi kerja berbasis teknologi informasi juga harus mempertimbangkan
pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung optimalisasi pada
pemanfaatan atau implementasi teknologi informasi yang bertahap yang dimulai
dengan perencanaan, pengembangan, ahli kelola, operasional sampai dengan tahap
pemeliharaan.
Dengan adanya teknologi informasi, maka produktivitas
suatu organisasi atau perusahaan akan meningkat, serta dapat membuat model
bisnis yang sulit ditiru oleh pesaing, karena pada dasarnya peranan teknologi
informasi bagi setiap perusahaan bersifat unik dan spesifik. Hal tersebut
disebabkan karena masing-masing organisasi atau perusahaan memiliki strategi
yang berbeda satu dengan yang lainnya.
Pemanfaatan teknologi informasi dalam suatu
organisasi atau perusahaan juga berkaitan dengan keunggulan kompetitif untuk
meningkatkan kualitas informasi, pengawasan kinerja organisasi atau perusahaan
menggunakan teknologi informasi baik sebagai alat bantu maupun strategi yang
tangguh untuk mengintegrasikandan mengolah data dengan cepat dan akurat serta
untuk penciptaan produk layanan baru sebagai daya saing untuk menghadapi
kompetisi.
Selain itu implementasi atau pemanfaatan teknologi
informasi memiliki dampak positif yang secara umum adalah terjadi efisiensi
waktu dan biaya yang secara jangka panjang akan memberikan keuntungan ekonomis
yang sangat tinggi. Oleh karena itu, pengoperasian secara optimal juga harus
diperhatikan, agar semua perangkat teknologi informasi bersifat multi fungsi
sehingga dalam pengembangan selanjutnya diupayakan terjadi integrasi perangkat.
Pemanfaatan teknologi informasi akan melibatkan semua
karyawan dalam organisasi yang dioperasikan secara rutin oleh staf administrasi
dan bagian teknologi informasi. Karyawan dengan kualifikasi tertentu baik
bagian teknologi informasi maupun bagian lain perlu dilibatkan selain untuk
memberikan masukan juga untuk mempersiapkan karyawan dalam menghadapi
perubahan. Di sisi lain, diperlukan kesadaran personal lainnya tehadap manfaat
sistem bagi dirinya dan kemudahan penggunaannya secara bertahap akan memberikan
motivasi untuk menigkatkan kemampuan mereka.
Peran teknologi informasi bagi sebuah perusahaan
dapat kita lihat dengan menggunakan kategori yang diperkenalkan oleh G.R.
Terry, ada 5 peranan mendasar teknologi informasi di sebuah organisasi, yaitu:
1) Fungsi
Operasional, akan membuat struktur organisasi menjadi lebih ramping telah
diambil alih fungsinya oleh teknologi informasi. Karena sifat penggunaannya
yang menyebar di seluruh fungsi organisasi, unit terkait dengan manajemen
teknologi informasi akan menjalankan fungsinya sebagai supporting agency dimana
teknologi informasi dianggap sebagai sebuah firm infrastructure.
2) Fungsi
Monitoring and Control, mengandung arti bahwa keberadaan teknologi informasi
akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan aktivitas di level manajerial
embedded di dalam setiap fungsi manajer, sehingga struktur organisasi unit
terkait dengannya harus dapat memiliki span of control atau peer relationship
yang memungkinkan terjadinya interaksi efektif dengan para manajer di
perusahaan terkait.
3) Fungsi
Planning and Decision, mengangkat teknologi informasi ke tataran peran yang
lebih strategis lagi karena keberadaannya sebagai enabler dari rencana bisnis
perusahaan dan merupakan sebuah knowledge generator bagi para pimpinan
perusahaan yang dihadapkan pada realitas untuk mengambil sejumlah keputusan
penting sehari-harinya. Tidak jarang perusahaan yang pada akhirnya memilih
menempatkan unit teknologi informasi sebagai bagian dari fungsi perencanaan
dan/atau pengembangan korporat karena fungsi strategis tersebut di atas.
4) Fungsi
Communication, secara prinsip termasuk ke dalam firm infrastructure dalam era
organisasi moderen dimana teknologi informasi ditempatkan posisinya sebagai
sarana atau media individu perusahaan dalam berkomunikasi, berkolaborasi,
berkooperasi, dan berinteraksi.
5) Fungsi
Interorganisational, merupakan sebuah peranan yang cukup unik karena dipicu
oleh semangat globalisasi yang memaksa perusahaan untuk melakukan kolaborasi
atau menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan lain. Konsep kemitraan
strategis atau partnerships berbasis teknologi informasi seperti pada
implementasi Supply Chain Management atau Enterprise Resource Planning membuat
perusahaan melakukan sejumlah terobosan penting dalam mendesain struktur
organisasi unit teknologi informasinya. Bahkan tidak jarang ditemui perusahaan
yang cenderung melakukan kegiatan pengalihdayaan atau outsourcing sejumlah
proses bisnis terkait dengan manajemen teknologi informasinya ke pihak lain
demi kelancaran bisnisnya. Tipe dan fungsi peranan teknologi informasi ini secara
langsung akan berpengaruh terhadap rancangan atau desain struktur organisasi
perusahaan; dan struktur organisasi departemen, divisi, atau unit terkait
dengan system informasi, teknologi informasi, dan manajemen informasi.
Sebagai alat bantu dalam upaya memenangkan
persaingan. Pembangunan Teknologi Informasi Perusahaan dilakukan secara
bertahap sebelum sebuah sistem holistik atau menyeluruh selesai dibangun, hal
tersebut disesuaikan dengan kekuatan sumber dayayang dimiliki. Dalam
penerapannya rencana strategis TeknologiInformasi senantiasa diselaraskan
dengan Rencana Perusahaan, agarsetiap penerapan Teknologi Informasi dapat
memberikan nilai bagi Perusahaan. Mengacu kepada Arsitektur Teknologi Informasi
Perusahaan pembangunan, penerapan Teknologi Informasi yang dilakukan
dikategorikan sebagai berikut :
·
Aplikasi Teknologi Informasi yang menjadi landasan
dari berbagai aplikasi lain yang ada di dalam Perusahaan antara lain sistem
operasi, basis data, network management dan lain-lain.
·
Aplikasi yang sifatnya mendasar (utility) yaitu
aplikasi Teknologi Informasi yang dipergunakan untuk berbagai urusan utilisasi
sumber daya Perusahaan anatara lain sistem penggajian, sistem akuntansi &
keuangan dan lain-lain.
·
Aplikasi Teknologi Informasi yang sesuai dengan
kebutuhan spesifikPerusahaan terutama yang berkaitan dengan proses penciptaan
produk/jasa yang ditawarkan Perusahaan antara lain Aplikasi Properti, Aplikasi
Forwarding dan Aplikasi Pergudangan.
Departemen IT sering kali dipandang sebelah mata
karena merupakan departemen yang hanya bisa menghabiskan uang tanpa bisa
menghasilkan uang, hal inilah yang kadang menjadi problematika tersendiri bagi
departemen IT di perusahaan. Terkadang banyak perusahaan memandang sebelah mata
akan peran IT dalam menunjang proses di Perusahaan tersebut, memang belum
banyak alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur seberapa besar IT berperan
atau ikut andil dalam memajukan perusahaan ?
Beberapa penerapan dari Teknologi Informasi dan
Komunikasi antara lain dalam perusahaan, dunia bisnis, sektor perbankan,
pendidikan, dan kesehatan. Dan yang akan dibahas disini adalah khusus penerapan
Teknologi Infromasi dan Komunikasi dalam Perusahaan.
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi banyak
digunakan para usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap
pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan
kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan perubahan bada
kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprice Resource Planning (ERP). ERP
adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang mencakup sistem manajemen dalam
perusahaan.
2.4. Pemanfaatan IT
dalam Kebutuhan Bisnis
Berikut ini adalah beberapa kegunaan IT dalam bidang bisnis :
1.
Munculnya peluang
bisnis baru yakni E-Business.
Dengan kemajuan
teknologi dan informasi, hal tersebut mendorong beberapa orang untuk
menciptakan beberapa inovasi yang sangat menguntungkan dan bisa dijadikan
sebagai ranah bisnia yang sangat menguntungkan bagi semua orang. Salah satu
bukti nyata bisnis baru yang merupakan pemanfaatan kemajuan teknologi dan
informasi adalah Google. Google merupakan salah satu contoh dari E-Commerce
atau E-Business. E-Business merangkap berbagai hal seperti teknologi jaringan,
lowongan pekerjaan, layanan customer, dll. Google merupakan sebuah bukti nyata
dimana search engine tersebut banyak digunakan oleh semua orang dan memudahkan
semua orang dalam mencari sesuatu di internet. Hal yang paling penting adalah,
Google meraup banyak keuntungan dari hal tersebut.
2.
Memperluas Pangsa
Pasar.
Salah satu manfaat
IT dalam bidang bisnis adalah memperluas pangsa pasar. Dengan adanya kemajuan
teknologi dan informasi, para pelaku bisnis dapat memantau beberapa daerah yang
berprofit tinggi dan bisa dijadikan lahan untuk meraup keuntungan demi keberlangsungan
bisnis yang mereka lakukan. Contohnya, Indonesia merupakan sebuah negara yang
terdiri dari banyak SDM yang mencapai angka ratusan juta. Hal ini menarik para
pelaku bisnis besar untuk mengepakkan sayap dan memproduksikan bisnisnya ke
Indonesia. Hal tersebut menjadi salah satu contoh dalam upaya para pelaku
bisnis dalam memperluas usaha bisnisnya.
3.
Mengurangi biaya
produksi dan operasional.
Kemajuan teknologi
dapat membantu setiap perusahaan dalam mengurangi biaya produksi dan juga
mengurangi operasional. Hal tersebut bisa terlihat dari setiap perusahaan yang
menggunakan mesin dalam melakukan pekerjaannya. Hal tersebut dapat membantu
setiap perusahaan dalam mengurangi biaya produksinya sehingga mereka bisa
mencapai prinsip ekonomi dimana mereka dapat mendapatkan keuntungan yang besar
dengan hanya mengelurkan pengeluaran yang sedikit. Manfaat IT yang lainnya
yaitu mengurangi operasional setiap perusahaan sehingga hal ini dapat menambah
jumlah produksi setiap perusahaan dalam memproduksi barang produksinya. Hal ini
tentu sangat menguntungkan bagi setiap perusahaan terutama bagi mereka yang
sudah menerapkan teknologi yang canggih dalam perusahaannya
4.
Mempermudah proses
komunikasi dan monitoring setiap karyawan.
Manfaat IT yang
terakhir bagi dunia bisnis adalah mempermudah proses komunikasi dan monitoring
setiap karyawan yang bekerja. Untuk proses komunikasi, setiap karyawan tidak
perlu lagi repot-repot datang ke ruang rapat dan berkumpul bersama. Mereka bisa
melakukan teleconference untuk saling berkomunikasi mengenai beberapa ide. Hal
ini membuat rapat menjadi lebih praktis dan menyenangkan tanpa perlu jauh-jauh
datang ke tempat rapat. Selain itu, hal tersebut juga bisa digunakan untuk
mengawasi kinerja para karyawan. Sang pemimpin perusahaan bisa tetap mengawasi
kinerja karyawan dalam perusahaannya dengan memakai beberapa metode seperti
metode komunikasi dengan mangaer dari perusahaan tersebut.
2.5. Pemanfaatan IT dalam kebutuhan Pemerintah
Berikut ini adalah beberapa pengguna-an IT untuk pemerintah:
1.
Menghasilkan produk
atau servis IT
Di Indonesia banyak
programmer yang kreatif akan tetapi sayangnya belum menemukan saluran yang pas.
Masih banyak produk yang dapat dikembang-kan. Sebagai contoh, larangan ekspor
produk teknologi kriptografi (seperti enkripsi), yang banyak digunakan dibidang
security dan commerce, oleh AS menyebabkan banyak produk yang terpaksa
dikembang-kan di luar negeri seperti di Israel.
2.
IT untuk Pelayanan
Menggunakan IT
untuk meningkatkan pe-layanan kepada masyarakat dengan mem-perbesar pelayanan
melalui Internet. Cara yang paling mudah adalah membuat homepage (website)
untuk institusi pe-merintahan. Banyak tempat yang menye-diakan homepage secara
gratis. Selain itu program-program komputer untuk memu-dahkan membuat homepage
sudah banyak tersedia. Demikian murahnya dan mudahnya membuat sebuah homepage
sehingga tidak alasan sebuah institusi pemerintah, untuk tidak memiliki
home-page. Memiliki homepage hampir dapat disamakan dengan memiliki telepon dan
fax dalam bisnis, yaitu menjadi kompo-nen yang sangat esensial.
3.
Kualitas Pelayanan
Yang paling
dituntut publik saat ini adalah masalah kualitas pelayanan dari kantor-kantor
Pemerintah. Dengan meng-gunakan IT, aparatur pemerintah lebih mudah dalam
mencari informasi yang dapat membantu meningkatkan produk-nya. Salah satu
contoh adalah menggu-nakan search engine untuk melihat paten yang sudah atau
hampir habis masanya, atau menggunakan email untuk menghubungi pakar untuk
tukar informasi atau konsultasi. Hal ini sangat bermanfaat bila konsultan tersebut
secara fisik berlokasi jauh, sehingga mahal untuk mendatangkan atau mendatangi
konsultan tersebut.
4.
Meningkatkan
Kinerja
IT dapat untuk
meningkatkan kinerja institusi pemerintahan. Sebagai contoh, LAN atau Intranet
dapat dipasang di institusi pemerintahan untuk memper-cepat proses pertukaran
informasi dalam bentuk email, file sharring. Institusi pemerintah pun juga
memerlukan IT. Inisiatif Telematika Indonesia dalam bentuk email terbuka RI-Net
merupakan salah satu contoh penggunaan IT di instansi pemerintah.
5.
Tenaga Kerja IT
Menghasilkan tenaga
kerja yang terampil di bidang IT. Tenaga kerja ini dapat diekspor ke luar
negeri yang masih membutuhkan SDM-SDM yang terampil di bidang IT.
Peran Teknologi Informasi di Pemerintahan
Dalam kehidupan
dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomuni-kasi merupakan
sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia
akan menjadi pemimpin dalam dunianya. Khusus bagi pemerintahan, penciptaan
sistem kerja atau tata kerja dengan sistem e-goverment sudah menjadi suatu
kebu-tuhan. E-government mengacu pada peng-gunaan teknologi informasi oleh
pemerin-tahan, seperti menggunakan intranet dan internet, yang mempunyai
kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya. Dapat
merupa-kan suatu proses transaksi bisnis antara publik dengan pemerintah
melalui sistem otomasi dan jaringan internet, lebih umum lagi dikenal sebagai
world wide web. Pada intinya e-government adalah penggunaan teknologi informasi
yang dapat mening-katkan hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain.
Penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubu-ngan bentuk baru
seperti: G2C (Governmet to Citizen), G2B (Government to Business), dan G2G
(Government to Government).
Manfaat e-government yang dapat dirasakan antara lain:
1.
Pelayanan yang
lebih baik kepada masyarakat. Informasi dapat disediakan 24 jam sehari, 7 hari
dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor. Informasi dapat dicari
dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan.
2.
Peningkatan
hubungan antara pemerin-tah, pelaku bisnis dan masyarakat umum. Adanya
keterbukaan (transpa-ransi) maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak
menjadi lebih baik. Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan
dari semua pihak.
3.
Pemberdayaan
masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya teknologi
informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan
pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah seperti jumlah kelas, daya
tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online
dan digunakan oleh orang tua untuk memilihkan sekolah yang sesuai untuk
anaknya.
4.
Pelaksanaan
pemerintahan yang lebih efisien. Sebagai contoh, koordinasi peme-rintahan dapat
dilakukan melalui e-mail atau bahkan video conference. Bagi Indonesia yang luas
areanya sangat besar, hal ini sangat membantu. Tanya jawab, koordinasi, diskusi
antara pimpinan daerah dapat dilakukan tanpa kesemua-nya harus berada pada
lokasi fisik yang sama. Tidak lagi semua harus terbang ke Jakarta untuk
pertemuan yang hanya berlangsung satu atau dua jam saja.
Tuntutan masyarakat
akan pemerintahan yang baik sudah sangat mendesak untuk dilaksanakan oleh
aparaturnya. Salah satu solusi yang diperlukan adalah keterpaduan sistem
penyelenggaraan pemerintah melalui jaringan sistem informasi on-line antar
instansi pemerintah baik pusat dan daerah untuk mengakses seluruh data dan
infor-masi,terutama berkaitan pelayanan publik.
Dalam sektor
pemerintah, perubahan lingkungan strategis dan kemajuan teknologi mendorong
aparatur pemerintah untuk mengantisipasi paradigma baru dengan upaya
peningkatan kinerja birokrasi serta perbaikan pelayanan menuju terwujudnya
pemerintah yang baik (good govermance). Hal terpenting yang harus dicermati
adalah sektor peme-rintah merupakan pendorong serta fasilitator dalam
keberhasilan berbagai kegiatan pem-bangunan, oleh karena itu keberhasilan
pembangunan harus didukung oleh kecepatan arus data dan informasi antar
instansi agar terjadi keterpaduan sistem antara pemerin-tah dengan pihak
pengguna lainnya.
3.
Kesimpulan
Pemanfaatan IT
sangatlah penting bagi kehidupan sehari-hari seperti memudahkan dalam
informasi, komunikasi, pendidikan, kesehatan, sebagai sarana promosi, dan mengurangi
pengangguran, manfaat IT dalam organisasi seperti Fungsi Operasional, Fungsi
Monitoring and Control, Fungsi Planning and Decision, Fungsi Communication,
Fungsi Interorganisational, manfaat IT dalam kebutuhan bisnis yaitu munculnya
peluang bisnis, memperluas pangsa pasar, mengurangi biaya produksi dan
operasional, mempermudah proses komunikasi dan monitoring setiap karyawan, dan
manfaat IT dalam Pemerintah yaitu menghasilkan produk atau servis IT, IT untuk
pelayanan, kualitas pelayanan, meningkatkan Kinerja, dan tenga kinerja IT.
DAFTAR PUSTAKA