SEJARAH KEBUDAYAAN
KOTA BANDUNG
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sistem Sosial dan Budaya Indonesia
Dosen: Haris Subhan,S.Hi., M.Si
JURUSAN ADMINISTRASI PUBLIK
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT,
yang telah memberikan hormat dan
hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Sejarah
kebudayaan kota Bandung. Makalah ini
disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Sosial dan Budaya
Indonesia. Dalam rangka
penyelesaian makalah ini, tidak terlepas
dari bantuan berbagai pihak, untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada bapak Haris
Subhan,S.Hi., M.Si . selaku pembimbing sekaligus dosen mata kuliah
Sistem Sosial dan Budaya Indonesia dan semua pihak terkait yang tidak dapat
penulis sebutkan satu persatu.
Dalam penyusunan makalah ini banyak
mengalami kesulitan yang disebabkan terbatasnya pengetahuan penulis serta
penyusun, sehingga penulis menyadari penyusunan makalah ini masih jauh dari
sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami
butuhkan untuk kesempurnaan makalah tulis
ini.
Bandung,
Mei 2017
Penulis
DAFTAR ISI
DAFTAR
ISI.............................................................................................................................3
BAB I
PENDAHULUAN.....................................................................................................................4
BAB II
PEMBAHASAN.......................................................................................................................5
BAB III
PENUTUP...............................................................................................................................11
DAFTAR
PUSTAKA.............................................................................................................12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Nilai sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, mengenai apa yang
dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat. Untuk menentukan
sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, pantas atau tidak pantas harus melalui
proses menimbang. Hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut masyarakat. Tak heran apabila
antara masyarakat yang satu dan masyarakat yang lain terdapat perbedaan tata nilai.
Dalam hal ini penulis mencoba untuk membahas mengenai
Kota Bandung, dimana dapat kita lihat mengenai masyarakat, adat, serta sejarah
kota Bandung itu sendiri.
1.2.Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah
yang akan dibahas dalam makalah ini antara lain :
1.
Bagaimana sejarah /
asal usul kota Bandung terbentuk ?
2.
Bagaimana sosial budaya
masyarakat kota Bandung ?
3.
Bagaimana kehidupan bermasyarakat
kota Bandung ?
1.3.Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari
penulisan makalah ini, antara lain :
1.
Untuk mengetahui
tentang kota Bandung dilihat dari segi kehidupan bermasyarakat, sosial budaya,
serta sejarah kota bandung.
2.
Untuk memenuhi tugas Sosial
dan Budaya Indonesia.
3.
Untuk menambah
pengetahuan dan wawasan penulis.
BAB II
PEMBAHASAN
Sejarah Kota Bandung
Kata “Bandung” berasal
dari kata bendung atau bendungan karena terbendungnya sungai Citarum oleh lava
Gunung Tangkuban Perahu yang lalu membentuk telaga. Legenda yang diceritakan
oleh orang-orang tua di Bandung mengatakan bahwa nama “Bandung” diambil dari
sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua perahu yang diikat berdampingan yang
disebut perahu bandung yang digunakan oleh Bupati Bandung, R.A. Wiranatakusumah
II, untuk melayari Ci Tarum dalam mencari tempat kedudukan kabupaten yang baru
untuk menggantikan ibukota yang lama di Dayeuhkolot.
Kota Bandung mulai
dijadikan sebagai kawasan pemukiman sejak pemerintahan kolonial Hindia-Belanda,
melalui Gubernur Jenderalnya waktu itu Herman Willem Daendels, mengeluarkan
surat keputusan tanggal 25 September 1810 tentang pembangunan sarana dan
prasarana untuk kawasan ini. Dikemudian hari peristiwa ini diabadikan sebagai
hari jadi kota Bandung.
Kota Bandung secara
resmi mendapat status gemeente (kota) dari Gubernur Jenderal J.B. van Heutsz
pada tanggal 1 April 1906 dengan luas wilayah waktu itu sekitar 900 ha, dan
bertambah menjadi 8.000 ha di tahun 1949, sampai terakhir bertambah menjadi luas
wilayah saat ini.
Pada masa perang
kemerdekaan, pada 24 Maret 1946, sebagian kota ini di bakar oleh para pejuang
kemerdekaan sebagai bagian dalam strategi perang waktu itu. Peristiwa ini
dikenal dengan sebutan Bandung Lautan Api dan diabadikan dalam lagu Halo-Halo
Bandung. Selain itu kota ini kemudian ditinggalkan oleh sebagian penduduknya
yang mengungsi ke daerah lain.
Pada tanggal 18 April
1955 di Gedung Merdeka yang dahulu bernama “Concordia” (Jl. Asia Afrika,
sekarang), berseberangan dengan Hotel Savoy Homann, diadakan untuk pertama
kalinya Konferensi Asia-Afrika yang kemudian kembali KTT Asia-Afrika 2005
diadakan di kota ini pada 19 April-24 April 2005.
Kependudukan Kota Bandung
Kota Bandung merupakan
kota terpadat di Jawa Barat, di mana penduduknya didominasi oleh etnis Sunda,
sedangkan etnis Jawa merupakan penduduk minoritas terbesar di kota ini
dibandingkan etnis lainnya.
Pertambahan penduduk
kota Bandung awalnya berkaitan erat dengan ada sarana transportasi Kereta api
yang dibangun sekitar tahun 1880 yang menghubungkan kota ini dengan Jakarta
(sebelumnya bernama Batavia). Pada tahun 1941 tercatat sebanyak 226.877 jiwa
jumlah penduduk kota ini kemudian setelah peristiwa yang dikenal dengan Long
March Siliwangi, penduduk kota ini kembali bertambah dimana pada tahun 1950
tercatat jumlah penduduknya sebanyak 644.475 jiwa.
Pemerintahan Kota Bandung
Dalam administrasi
pemerintah daerah, kota Bandung dipimpin oleh walikota. Sejak 2008, penduduk
kota ini langsung memilih walikota beserta wakilnya dalam pilkada, sedangkan
sebelumnya dipilih oleh anggota DPRD kotanya.
Perwakilan Pemerintahan Kota Bandung
Sesuai konstitusi yang
berlaku DPRD kota Bandung merupakan representasi dari perwakilan rakyat, pada
Pemilu Legislatif 2004 sebelumnya anggota DPRD kota Bandung berjumlah 45 orang.
Sesuai dengan perkembangan dan pertambahan penduduk maka pada Pemilu Legislatif
2009 anggota DPRD kota Bandung bertambah menjadi 50 orang, yang kemudian
tersusun atas perwakilan delapan partai, dan terdiri atas 41 lelaki dan 9
perempuan.
Pariwisata dan Budaya Kota Bandung
Sejak dibukanya Jalan
Tol Padaleunyi, kota Bandung telah menjadi tujuan utama dalam menikmati liburan
akhir pekan terutama dari masyarakat yang berasal dari Jakarta sekitarnya.
Selain menjadi kota wisata belanja, kota Bandung juga dikenal dengan sejumlah
besar bangunan lama berarsitektur peninggalan Belanda, diantaranya Gedung Sate
sekarang berfungsi sebagai kantor pemerintah provinsi Jawa Barat, Gedung Pakuan
yang sekarang menjadi tempat tinggal resmi gubernur provinsi Jawa Barat, Gedung
Dwi Warna atau Indische Pensioenfonds sekarang digunakan oleh Kementerian
Keuangan Republik Indonesia untuk Kantor Wilayah XII Ditjen Pembendaharaan
Bandung, Villa Isola sekarang digunakan Universitas Pendidikan Indonesia,
Stasiun Hall atau Stasiun Bandung dan Gedung Kantor Pos Besar Kota Bandung.
Kota Bandung juga
memiliki beberapa ruang publik seni seperti museum, gedung pertunjukan dan
galeri diantaranya Gedung Merdeka, tempat berlangsungnya Konferensi Tingkat
Tinggi Asia-Afrika pada tahun 1955, Museum Sri Baduga, yang didirikan pada
tahun 1974 dengan menggunakan bangunan lama bekas Kawedanan Tegallega, Museum
Geologi Bandung, Museum Wangsit Mandala Siliwangi, Museum Barli, Gedung Yayasan
Pusat Kebudayaan, Gedung Indonesia Menggugat dahulunya menjadi tempat Ir.
Soekarno menyampaikan pledoinya yang fenomenal (Indonesia Menggugat) pada masa
penjajahan Belanda, Taman Budaya Jawa Barat (TBJB) dan Rumentang Siang.
Kota ini memiliki
beberapa kawasan yang menjadi taman kota, selain berfungsi sebagai paru-paru
kota juga menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat di kota ini. Kebun Binatang
Bandung merupakan salah satu kawasan wisata yang sangat minati oleh masyarakat
terutama pada saat hari minggu maupun libur sekolah, kebun binatang ini
diresmikan pada tahun 1933 oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda dan sekarang
dikelola oleh Yayasan Margasatwa Tamansari. Selain itu beberapa kawasan wisata
lain termasuk pusat perbelanjaan maupun factory outlet juga tersebar di kota
ini diantaranya, di kawasan Jalan Braga, kawasan Cihampelas, Cibaduyut dengan
pengrajin sepatunya dan Cigondewah dengan pedagang tekstilnya. Puluhan pusat
perbelanjaan sudah tersebar di kota Bandung, beberapa di antaranya Istana Plaza
Bandung, Bandung Supermal, Cihampelas Walk, Paris Van Java Mall, dan Bandung
Indah Plaza.
Sementara beberapa
kawasan pasar tradisional yang cukup terkenal di kota ini diantaranya Pasar
Baru, Pasar Gedebage dan Pasar Andir. Potensi kuliner khususnya tutug oncom,
serabi, pepes, dan colenak juga terus berkembang di kota ini. Selain itu Cireng
juga telah menjadi sajian makanan khas Bandung, sementara Peuyeum sejenis tapai
yang dibuat dari singkong yang difermentasi, secara luas juga dikenal oleh
masyarakat di pulau Jawa.
Kota Bandung dikenal
juga dengan kota yang penuh dengan kenangan sejarah perjuangan rakyat Indonesia
pada umumnya, beberapa monumen telah didirikan dalam memperingati beberapa
peristiwa sejarah tersebut, diantaranya Monumen Perjuangan Jawa Barat, Monumen
Bandung Lautan Api, Monumen Penjara Banceuy, Monumen Kereta Api dan Taman Makam
Pahlawan Cikutra.
Sosial Dan Budaya Sunda Sebagai Mayoritas Masyarakat
Bandung.
Kebudayaan Sunda
merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa
Indonesia yang dalam perkembangannya perlu dilestarikan. Kebudayaan kebudayaan
tersebut akan dijabarkan sebagai berikut : SISTIM KEPERCAYAAN hampir semua
orang Sunda beragama Islam. Pada dasarnya seluruh kehidupan orang Sunda
ditujukan untuk memelihara keseimbangan alam semesta. Keseimbangan magis
dipertahankan dengan upacara-upacara adat, sedangkan keseimbangan sosial
dipertahankan dengan kegiatan saling memberi (gotong royong). Hal yang menarik
dalam kepercayaan Sunda, adalah lakon pantun Lutung Kasarung, salah satu tokoh
budaya mereka, yang percaya adanya Allah yang Tunggal (Guriang Tunggal).
MATA PENCAHARIAN
Suku Sunda umumnya
hidup bercocok tanam. Kebanyakan tidak suka merantau atau hidup berpisah dengan
orang-orang sekerabatnya. Kebutuhan orang Sunda terutama adalah hal meningkatkan
taraf hidup.
KESENIAN KIRAB HELARAN
Kirap helaran atau yang
disebut sisingaan adalah suatu jenis kesenian tradisional atau seni pertunjukan
rakyat yang dilakukan dengan arak-arakan dalam bentuk helaran. Pertunjukannya
biasa ditampilkan pada acara khitanan atau acara-acara khusus seperti ;
menyambut tamu, hiburan peresmian, kegiatan HUT Kemerdekaan RI dan kegiatan
harihari besar lainnya.
Diikuti oleh
kelompok-kelompok masyarakat yang menyajikan seni budaya Sunda, seperti
sisingaan, gotong gagak, kendang rampak, calung, engrang, reog, barongsai, dan
klub motor.
Adapun pencak silat, Pencak
silat tumbuh dikenal dan menyebar, khususnya di Jawa Barat dan di seluruh
Nusantara pada umumnya,
SENI TARI TARI
JAIPONGAN
Tanah Sunda (Priangan)
dikenal memiliki aneka budaya yang unik dan menarik, Jaipongan adalah salah
satu seni budaya yang terkenal dari daerah ini. Jaipongan atau Tari Jaipong
sebetulnya merupakan tarian yang sudah moderen karena merupakan modifikasi atau
pengembangan dari tari tradisional khas Sunda yaitu Ketuk Tilu.
Tari Jaipong ini
dibawakan dengan iringan musik yang khas pula, yaitu Degung. Musik ini
merupakan kumpulan beragam alat musik seperti Kendang, Go’ong, Saron, Kacapi,
dsb. Degung bisa diibaratkan ‘Orkestra’ dalam musik Eropa/Amerika.
Ciri khas dari Tari
Jaipong ini adalah musiknya yang menghentak, dimana alat musik kendang
terdengar paling menonjol selama mengiringi tarian. Tarian ini biasanya
dibawakan oleh seorang, berpasangan atau berkelompok. Sebagai tarian yang
menarik, Jaipong sering dipentaskan pada acara-acara hiburan, selamatan atau
pesta pernikahan.
Salah satu musik/lagu
daerah Sunda: Bubuy Bulan Es Lilin Manuk Dadali Tokecang Warung Pojok wayang
golek Jepang boleh terkenal dengan ‘Boneka Jepangnya’, maka tanah Sunda terkenal
dengan kesenian Wayang Golek-nya. Wayang Golek adalah pementasan sandiwara
boneka yang terbuat dari kayu dan dimainkan oleh seorang sutradara merangkap
pengisi suara yang disebut Dalang. Seorang Dalang.
ALAT MUSIK
1. Calung adalah alat musik Sunda yang merupakan prototipe dari angklung.
Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan, cara menabuh
calung adalah dengan mepukul batang (wilahan, bilah) dari ruas-ruas (tabung
bambu) yang tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la).
Jenis bambu untuk pembuatan calung kebanyakan dari awi wulung (bambu hitam),
namun ada pula yang dibuat dari awi temen (bambu yang berwarna putih).
2. Angklung adalah sebuah alat atau waditra kesenian yang terbuat dari bambu
khusus yang ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna. Ketika awal penggunaannya
angklung masih sebatas kepentingan kesenian local atau tradisional.
3. Ketuk tilu adalah suatu tarian pergaulan dan sekaligus hiburan yang
biasanya diselenggarakan pada acara pesta perkawinan, acara hiburan penutup
kegiatan atau diselenggrakan secara khusus di suatu tempat yang cukup luas.
Sistem keluarga dalam
suku Sunda bersifat parental, garis keturunan ditarik dari pihak ayah dan ibu
bersama. Dalam keluarga, ayah yang bertindak sebagai kepala keluarga. Ikatan
kekeluargaan yang kuat dan peranan agama Islam yang sangat mempengaruhi adat
istiadat mewarnai seluruh sendi kehidupan suku Sunda. Dalam suku Sunda dikenal
adanya pancakaki yaitu sebagai istilah-istilah untuk menunjukkan hubungan
kekerabatan.
BAHASA
Bahasa yang digunakan
oleh suku ini adalah bahasa Sunda. Bahasa Sunda adalah bahasa yang diciptakan
dan digunakan sebagai alat komunikasi oleh Suku Sunda, dan sebagai alat
pengembang serta pendukung kebudayaan Sunda itu sendiri. Selain itu bahasa Sunda
merupakan bagian dari budaya yang memberi karakter yang khas sebagai identitas
Suku Sunda yang merupakan salah satu Suku dari beberapa Suku yang ada di
Indonesia.
STRATIFIKASI SUKU SUNDA
Masyarakat Bandung dan
masyarakat Jawa Barat pada umumnya, yaitu masyarakat Sunda, mempunyai ikatan
keluarga yang sangat erat. Nilai individu sangat tergantung pada penilaian
masyarakat. Dengan demikian, dalam pengambilan keputusan, seperti terhadap
perkawinan, pekerjaan, dll., seseorang tidak dapat lepas dari keputusan yang
ditentukan oleh kaum keluarganya.
Komunikasi Vertikal,
Hubungan seseorang dengan orang lain dalam lingkungan kerabat atau keluarga
dalam masyarakat Sunda menempati kedudukan yang sangat penting. Soalnya,
hubungan kekerabatan seseorang dengan orang lain akan menentukan kedudukan
seseorang dalam struktur kekerabatan keluarga besarnya, menentukan bentuk
hormat menghormati, harga menghargai, kerjasama, dan saling menolong di antara
sesamanya, serta menentukan kemungkinan terjadi-tidaknya pernikahan di antara
anggota-anggotanya guna membentuk keluarga inti baru.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Demikianlah pembahasan mengenai kota Bandung. Seperti
yang kita ketahui bahwa kota Bandung adalah merupakan kota terbesar ketiga di
Indonesia setelah Jakarta, dan Surabaya. Hampir 99% penduduknya adalah suku
sunda, dimana merupakan suku asli Propinsi Jawa Barat. Dalam ragam budayanya
pun tak lepas dari budaya sunda. Dalam hal ini kami/penulis telah membahas
mengenai ini di bab sebelumnya.
Saran
Adapun saran yang dapat kami kemukakan, yaitu semoga
kita dapat lebih mengenal lagi kota bandung dimana merupakan suatu Ibukota
Propinsi Jawa Barat, juga dapat lebih mencintai budaya yang merupakan budaya
suku sunda.
DAFTAR PUSTAKA
The Best 7 Casinos in Vegas for 2021 - MapyRO
BalasHapus5 Best Casinos for Real Money Online in 2021 · ëŒ€êµ¬ê´‘ì— ì¶œìž¥ìƒµ 1. Red Dog 순천 출장샵 Casino, Las Vegas, 과천 출장안마 NV · 2. Casumo Casino, êµ°ì‚° 출장샵 Costa Rica · 3. Casimba Las Vegas, 출장안마