Rabu, 22 November 2017

Resume MataKuliah Metode Penelitian Sosial

Metode Penelitian Sosial Kantitatif, DR. Ulber Silalahi, M.A. , tahun 2015


BAB I
Satu pengantar untuk metode penelitian sosial kuantitatif
Definisi
Penelitian: Kata penelitian atau “research” (bahasa inggris) berasal dari kata “reserare” (bahasa latin) yang berarti mengungkapkan. Secara etimologis kata “research” (inggris) berasal dari dua suku kata (syllables), “re” dan “search”.
Ahli lain mendefinisikan penelitian sebagai suatu proses yang terdiri dari berbagai tahap-tahap kegiatan.
Clifford Woody,mengatakan “Research comprises defining problems,formulating hypothesis or suggested solutions; collecting, organizing and evaluating data; making deductions and reaching conclusions; and at last carefully testing the conclusions to determine whether they fit the formulating hypothesis.
Kotari mengatakan, As such the term “research” refers to the systematic method consisting of enunciating the problem, formulating a hypothesis, collecting the facts or data,analysing the facts and reaching certain generalisations for some theoretical formulation.
Jadi,penelitian di definisikan sebagai satu proses penyelidikan atas suatu masalah dengan menggunakan metode ilmiah untuk menemukan solusi atas pertanyaan penelitian dan menambah pengetahuan baru yang dapat diaplikasikan.
Dari definisi di atas ada penelitian yang ditawarkan ada beberapa kesamaan karateristik.
1.      Penelitian merupakan proses penyelidikan atas suatu masalah.
2.      Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah.
3.      Penelitian dilakukan untuk menemukan solusi atas masalah.
4.      Penelitian meliputi kegiatan penetapan dan perumusan masalah.
Penelitian tentang satu gejala sosial atau hubungan antara dua atau lebih gejala sosial dinamakan sebagai penelitian sosial. Sedangkan metode ilmiah untuk mempelajari masalah masalah sosial.
Mengapa melakukan penelitian penelitian sosial?
Ada dua faktor yang mendorong seseorang atau sekelompok orang untuk melakukan penelitian yaitu maksud atau tujuan melakukan penelitian dan motivasi melakukan penelitian.
Tujuan penelitian
Tujuan melakukan penelitian termasuk penelitian kuantitatif adalah menemukan jawaban atas pertanyaan melalui aplikasi dari prosedur ilmiah.
Tujuan penelitian dalam pengelompokan besar sebagai berikut :
1.      Untuk membiasakan diri dengan sebuah fenomena atau untuk mencapai wawasan baru mengenai hal itu.
2.      Untuk menampilkan secara akurat karakteristik dari individual, situasi atau satu kelompok.
3.      Untuk menentukan fekuensi dengan mana terjadi sesuatu atau dengan mana hal itu dihubungkan dengan sesuatu hal lain.
4.      Untuk menguji sebuah hipotesis dari hubungan sebab-akibat antara berbagai variabel.
Motivasi melakukan penelitian
Menurut Kotari, kemungkinan motif untuk  melakukan penelitian meskipun ini adalah bukan suatu daftar lengkap dari faktor-faktor pemotivasi orang untuk mengerjakan studi penelitian dapat terjadi diantara satu atau beberapa pengelompokan berikut:
1.      Hasrat untuk memperoleh satu derajat penelitian bersama-sama dengan keuntungan berikutnya.
2.      Hasrat untuk menghadapi tantangan dalam pemecahan masalah yang tidak terpecahkan.
3.      Hasrat untuk mendapat kesenangan intelektual dari melakukan beberapa pekerjaan kreatif.
4.      Hasrat untuk melayani masyarakat.
5.      Hasrat untuk mendapat kehormatan.
Metode ilmiah dan sikap ilmiah dalam penelitian sosial
Tanpa penelitian,solusi yang dibuat atas suatu masalah akan sulit di pertanggung jawabkan dan tanpa penelitian maka ilmu pengetahuan tidak akan berkembang. Penelitian ilmiah kuantitatif adalah penyelidikan sistematis, terkontrol, empiris, dan kritis atas fenomena dipandu oleh teori dan hipotesis tentang hubungan yang di duga terdapat antara fenomena-fenomena itu. Penelitian sosial ilmiah pasti menggunakan scientific method sehingga disebut scientific research method dan didukung oleh scientific attitude sehingga disebut scientific research attitude.
Metode ilmiah dalam penelitian sosial
Metode ilmiah merupakan metode yang sahih dan andal untuk mendapat pengetahuan ilmiah.
Menurut Boddens dan Abbot :
The scientific method provides the general framework within which scientists operate. However, to test hypotheses the inherent logic of the scientific method must be translated info a workable research study. It is important to recognize that the scientific method provides the rules within which information is acquired. Working within those rules, you must decide on the particular technique that best test your hypothesis.
Menurut Kothari :
The scientific method is, thus, based on certain basic postulates which can be stated as under.:
1.      It relies on empirical evidence.
2.      It utilizes relevant concepts.
3.      It is committed to only objective considerations.
4.      It presupposes ethical neutrality,i.e., it aims at nothing but making only adequate and correct statements about population objects.
5.      It results into probabilistic predictions.
6.      Its methodology is made known to all concerned for critical scrutiny are for use in testing the conclusions through replication.
7.      It aims at formulating most general axioms or what can be termed as scientific theories.
Tahap-tahap metode ilmiah
1.      Tahap pertama menggunakan metode ilmiah adalah Observing a Phenomenon: mengamati gejala atau perilaku yang menjadi perhatian untuk pengenalan masalah.
2.      Tahap kedua, setelah mengidentifikasi suatu fenomena atau masalah untuk diselidiki, adalah formulating tentative explanation: mengembangkan satu atau lebih penjelasan tentatif yang tampak konsisten dengan observasi.
3.      Tahap ketiga, setelah memformulasi hipotesis, adalah further observing and experimenting: melakukan observasi atau eksperimen (atau keduanya).
4.      Tahap keempat, refining and retesting explanations: proses perbaikan kembali dan pengujian kembali penjelasan berdasarkan konfirmasi atau diskonfirmasi hipotesis.
Karakteristik penelitian yang menggunakan metode ilmiah
1.      Empiris
2.      Observasi
3.      Pertanyaan
4.      Hipotesis
5.      Mengumpulkan data
6.      Analisis
7.      Kesimpulan
8.      Replikasi
Sikap ilmiah dalam penelitian sosial
Penelitian juga memerlukan sikap ilmiah atau “a way of looking at the world. It is an attitude that values craftsmanship, with pride in creativy, high quality standards, and hard work”
Sikap ilmiah itu antara lain :
1.      Tidak ada perasaan bersifat pamrih sehingga rasa suka atau tidak suka pribadi tidak memengaruhi pendapat atau kesimpulan-kesimpulan yang diambil atas suatu objek masalah.
2.      Selektif dalam memilih masalah supaya didukung oleh fakta, sebab kebenaran ilmiah merupakan kebenaran yang didukung oleh fakta sehingga pendapat yang tidak sesuai dengan data atau fakta tidak perlu dipertahankan.
3.      Kepercayaan yang layak terhadap fakta yang tidk dapat di ubah dan terhadap indera yang di gunakan.
4.      Setiap pendapat, teori maupun asumsi dan proposisi terdahulu telah memiliki kepastian meskipun terbuka untuk di uji kembali.
Apa itu metode dan metodologi penelitian?
Metode penelitian
            Metode (inggris: methods, junani: methodos) adalah cara atau jalan. Metode merupakan cara yang teratur untukmencapai suatu maksud yang diinginkan.
Menurut Dowson “research methods may be understood as all those methods/techniques that are used for conduction of research. Research methods or tchniques, thus, refer to the methods the researches use in performing research operations. In other world, all those methods which are used by the researcher during the course of studying his research problem are termed as research methods.
Metodologi penelitian
Bagi kothari “research methodology is a way to systematically solve the research problem. It may  be understood as a science of studying how research is done scientifically. In it we study the various steps that are generally adopted by a researcher in studying his research problem along with the logic behind them.
            Dowson mengatakan metodologi penelitian (research methodology) adalah cara untuk menyelesaikan masalah penelitian secara sistematik.
Jadi, metodologi penelitian merupakan ilmu yang mempelajari cara yang digunakan untuk menyelidiki masalah yang memerlukan masalah.
BAB II
Masalah penelitian sosial kuantitatif
Apakah itu masalah penelitian?
Masalah penelitian sosial merupakan suatu kesulitan yang dirasakan, suatu perasaan tidak menyenangkan atas suatu situasi atau gejala sosial tertentu, ada keraguan, kesangsian, kebingungan atau kemenduaan tentang suatu fenomena sosial. Masalah penelitian sosial mengimplikasikan adanya suatu teka-teki yang harus dipecahkan atau diberi jawaban.
Menurut Zikmund, Babin, Carr, Griffin “ a problem occurs when there is a difference between the current conditions and a more preferable set of conditions. In other words, a gap exist between the way things are now and a way that things could be better”.
Menurut Kothari, “a research problem, in general, refers to some difficulty which a researcher experiences in the contexs of either a theoritical of practical situation and wants to obtain a solution for the same”.
Masalah sebagai jantung penelitian
Menurut Leedy dan Ormrod “the heart of every research project is the problem. Masalah sebagai jantung dari proses penelitian karena masalah dan rumusan masalah serta pertanyaan penelitian memiliki keutamaan.
Memilih masalah penelitian
Awal dari satu proyek penelitian adalah mulai dengan pemilihan satu masalah.
Bean menulis, Identifying a research problem is the starting place for research. Research problems involve unresolved real-world conditions or situations, and it is the research problem that is nested between the topic and the purpose. Theoretical research problems deal with “we don’t know why” descriptive research problems deal with “we don’t know what,” and practical research problems deal with “we don’t know with how”. The best researchers are attracted to uncertainty, paradoxes, anomalies, contradictions, and ambiguities in the field. The significance of a problem is often based on the way in which it intersects with theoretical uncertainty and practical importance.
            Probably the best waybof finding a problem to study is to do extensive reading in an important topical area and find out what is poorly understood. Many articles contain sections that give suggestions for future research, and many have glaring shortcomings that suggest a problem should be reexamined from a different perspective. Some researches choose a methodology an then try to find a problem to match it. This approach creates an unnecessary constraint on what is to be studied, and the foolishness of this sequence cannot be emphasized enough. The cart does not pull the horse. Other researchers are told what to study by a superior, such as an advisor, a provider of resources, an admired scholar in the field, or a coinvestigator.
Untuk fokus pada pemilihan masalah penelitian dapat mengikuti tahap-tahap proses penetapan masalah berikut:
1.      Temukan satu minat dalam satu broad subject area.
2.      Tetapkan minat tersebut menjadi satu topik yang masuk akal.
3.      Tetapkan masalah yang terkait dengan area masalah dan topik dari berbagai sudut pandang.
Tetapkan topik yang masuk akal
Topik penelitian, kadang-kadang disebut fokus untuk studi atau ide-ide penelitian atau isu-isu penelitian.
Menurut Bean “the selection of topics for study is neither innocent nor rational. It is not innocent, because beingselected gives a topic legitimacy, creates the power of knowledge for those affected by the topic,and creates invisibility for  those excluded. It is not rational, because researchers value, are curions about, or perceive they will profit from. What is the studied in a discipline becomes what is taught in the discipline”.
Menurut Daymon dan Holloway, menemukan topik yang masuk akal dan menarik serta dapat dikerjakan dengan mudah merupakan proses yang logis dan terus-terang karena ide yang baik berasal dari gabungan antara teori, pengalaman dan temuan sebelumnya.
Karakteristik dari satu topik yang baik
Menurut John Gill and Peter Johson, topik yang baik jika memiliki hal-hal berikut:
1.      Acces: The possibility of acces is generally a fairly easy matter to asses
2.      Achievable in the time available: With limited time available there is a temptation to select a topic before doing the preliminary groundwork suggested here, this temptation should be resisted and time will be saved in the long run.
3.      Symmetry of potential outcomes: A way of reducing the risk entailed in any project is to try to ensure that, whatever the findings from the work, the result will be equally valuable, this is known as symmetry of potential outcomes.
4.      Student capabilities and interest: This seems an obvious point: clearly, a student with strong capabilities in the behavioural sciences and low numeracy should hesitate before choosing a topic.
5.      Financial support: in most student projects it is usual for the matter of financial support to have been resolved before the project begins.
6.      Value and scope of the research: In project which form part of taught courses the value of the work may usually be judged primarily by its suitability in demonstrating sufficient research competence or problem-solving ability to fulfil the criteria judged necessary to pass the course.
Orisinalitas
Satu topik penelitian yang baik adalah orisinal. Originality berarti bahwa penelitian itu adalah:
1.      Sebuah pengembangan ide yang baru dari ide atau isu yang ada.
2.      Satu aplikasi ide baru dari konsep, teknik atau metodologi yang terkini.
3.      Satu interpretasi ide baru tentang ide ataupun karya sebelumnya.
Memilih masalah yang cocok
Walliman mengatakan “ although you will find the the world is teeming with questions and unresolved problems, not every one of these is a suitable subject for research.
Ada sejumlah pertimbangan bagi peneliti untuk memilih satu masalah yang cocok atau sesuai untuk diteliti dan berikut adalah daftar yang sangat penting:
1.      Masalah yang anda pilihbadalah masalah penelitian
2.      Masalah yang anda plih harus sangat menarik minat anda dan sesuai dengan kemampuan anda
3.      Masalah yang anda pluh harus signifikan
4.      Masalah yang anda pilih harus dapat diteliti
Rumusan masalah dan pertanyaan penelitian
Ada enam karakteristik yang menjadi kriteria rumusan masalah yang baik yaitu:
1.      Diartikulasi secara jelas dan secara spesifik dan tidak mengandung keraguan atau tidak ambigu.
2.      Dinyatakan dalam bentuk perntanyaan-pertanyaan yang baik.
3.      Rumusan ilmiah tentang fakta yang mungkin yang dapat dikonfirmasi atau didiskonfirmasi secara empiris.
4.      Mengindikasikan variabel dan atau hubungan antara variabel-variabel yang menjadi perhatian bagi peneliti.
5.      Menyiratkan adanya kemungkinan pengujian empiris.
6.      Signifikan dengan latar belakang masalah.
Pertanyaan-pertanyaan penelitian yang baik menurut Bordens dan Abbot memiliki karakteristik:
1.      Tanyakan atau ajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat dijawab (asking answerable questions).
2.      Tanyakan pertanyaan-pertanyaan yang benar (asking the right questions).
3.      Tanyakan pertanyaan-pertanyaan penting (asking important questions).
Masalah dan pertanyaan deskriptif
Masalah deskriptif adalah masalah yang berkenaan atau yang mempertanyakan status satu gejala sehingga disebut masalah univariat.
Ada dua jenis masalah deskriptif: berhubungan dengan karakteristik dan berhubungan dengan frekuensi dari suatu populasi atau gejala. Sejaan dengan itu maka pertanyaan penelitian deskriptif berhubungan dengan dua hal: masalah karakteristik dan masalah frekuensi.
Contoh pertanyaan penelitian deskriptif berhubungan dengan karakteristik:
1.      Apa ciri-ciri masyarakat tradisional?
2.      Apa komponen-komponen kualitas hidup?
Contoh pertanyaan penelitian deskriptif berhubungan dengan masalah frekuensi:
1.      Seberapa tinggi tingkat motivasi kerja pegawai negeri?
2.      Seberapa efektif pelaksanaan pengawasan melekat?
Masalah penelitian dan tujuan penelitian
            Tiap pertanyaan penelitian memerlukan pencarian tentang satu tujuan penelitian tertentu. Satu cara untuk mendekati satu masalah penelitian adalah melalui seperangkat dari tujuan penelitian . penelitian sosial dapat mengejar banyak tujuan. Itu dapat explore, describe, understand, explain, predict, change, evaluate atau asses aspect of social phenomena.
BAB III
Rancangan penelitian sosial kuantitatif
Apa itu rancangan penelitian?
            Rancangan penelitian dalam arti sempit yaitu hanya meliputi satu kerangka kerja untuk pengumpulan data dan analisis data antara lain dikemukakan oleh Yin (1989), Bailey (1987), dan O’Sullivan dan Rassel (1989) maupun Williamson, Karp, dan Dalphin (2007).
Jadi, rancangan penelitian dalam arti sempit menunjuk pada how to collection of data yang meliputi data apa yang dikumpulkan, dari siapa atau darimana data dikumpulkan, dan bagaimana mengumpulkannya, bagaimana variabel diukur dan bagaimana menentukan kelompok yang dipelajari, dan how to analyse the data .
            Rancangan penelitian dalam arti luas meliputi seluruh proses penelitian yang dilakukan dari mengajukan pertanyaan penelitian hingga ditemukan jawaban pertanyaan penelitian. Menurut Burns “a research design is essentially a plan or strategy aimed at enabling answers to be obtained to research questions. Menurut Gray, dkk, “research design  is the overall process of using your imagination as well as the strategy and tactics of science to guide the collection and analysis of data.
Jadi, rancangan penelitian merupakan bagian dari rencana penelitian. Rancangan penelitian dibuat agar  memungkinkan peneliti mampu menjawab pertanyaan penelitian dengan valid, objektif, tepat, dan hemat. Rancangan penelitian disusun dan dilaksanakan dengan penuh perhitungan agar dapat menghasilkan petunjuk empirik yang kuat relevansinya dengan masalah penelitian. Tentang rencana penelitian, Gay dan Diehl mengatakan “a research plan is a detailed description of a proposed study designed to investigate a given problem. It included  justification for the hypothesis to be tested, a detailed presentation of the rearch steps that will be followed in collecting and analyzing required data, and a projected time schedule for each major step. Kothari mengatakan “ In brief, research design must, at least, contain—a. A clear statement of the research problem; b. Procedures and techniques to be used for gathering information; c. The population to be studied; and (d) methods to be used in processing and analysing data.
Rancangan penelitian menurut tujuan penelitian
Ada tiga maksud atau tujuan  dari penelitian sosial, yaitu:
1.      Eksplorasi
2.      Deskripsi
3.      Eksplanasi
Rancangan deskriptif
Penelitian deskriptif adalah fundamental untuk tiap disiplin ilmu sosial untuk  memahami masyarakat dan juga untuk research enterprise. Rancangan deskriptif banyak digunakan oleh peneliti sosial kuantitatif dan kualitatif.
            Penelitian deskriptif selain bertujuan menggambarkan secara cermat karakteristik dari suatu gejala atau masalah yang diteliti, penelitian deskriptif juga fokus pada pertanyaan dasar “bagaimana” dengan berusaha mendapatkan dan menyampaikanfakta-fakta dengan jelas , teliti dan lengkap tanpa banyak detai yang tidak penting seperti dalam penelitian eksplorasi.
Rancangan penelitian eksplanatori
            Penelitian eksplanatori atau eksplanasi fokus pada pertanyaan “why” terkait dengan alasan terjadinya suatu hal. Juga pertanyaan “to what extent”, “how much”, “how far”, “how significant” cocok untuk penelitian eksplanasi kuantitatif untuk menjelaskan hubungan antardua atau lebih variabel. Penelitian eksplanatori merupakan penelitian yang tujuan utamanya adalah menjelaskan alasan terjadinya pristiwa dan untuk membentuk, memperdalam, mengembangkan, atau menguji teori.
Rancangan korelasional
            Gay dan Diehl mengatakan “correlational research involves collecting data in order to determine whether, and to what degree, a relationship exist between two or more quantifiable variables. Menurut Stern, “a correlational study is one that measures two or more variables and attempts to assess the relationship between them, without manipulating any variable.
Desain penelitian menurut strategi penelitian
            Untuk pengujian hipotesis atau mengevaluasi penjelasan hubungan-hubungan potensial yang di observasi ada dua rancangan penelitian yang digunakan yaitu survey research desain dan experimental research desain.
Rancangan survei
Menurut Earl, “Survey research is probably the best method available to the social researcher who is interested in collecting original data for describing a population too large to observe directly.
            Rancangan survei dapat digunakan untuk tujuan deskripsi,eksplanatori dan eksplorasi. Rancangan penelitian survei juga disebut rancangan noneksperimental merupakan telaah empirik sistematis dimana ilmuwan tidak dapat mengontrol secara langsung  variabel bebasnya karena manifestasinya telah muncul , atau karena sifat hakikat variabel itu memang menutup kemungkinan manipulasi.
Survei deskriptif
Survei deskriptif dijelaskan oleh Burns sebagai berikut:
            The descriptive survey aims to estimate as precisely as possible the nature of existing conditions, or the attributes of a population, for example, its demograhic composition, its attitude to abortion, its religious belief, voting intentions, its childrearing practices.

Survei ekplanatori
Survei eksplanatori dijelaskan oleh Burns sebagai berikut:
            The eksplanatory survey seek to establish cause and effect relationships but without eksperimental manipulation; for example, the effect on teachers’ motivation of merit schemes, the effects of social climate on adolescent values. Sometimes, of course, both descriptive and eksplanatory studies can be carried out in the same inquiry.
BAB IV
Kerangka teoritik: Teori
Apa itu kerangka teoritik?
Dalam penelitian kuantitatif, kerangka teoritis juga disebut theoretical perspective, theoretical review, theoretical rationale, merupakan hasil dari kontruksi teori yang disusun oleh peneliti untuk menjelaskan masalah atau menjawab pertanyaan peelitian yang menjadi objek studi. Teori merupakan penjelasan teoritis atas masalah dan pertanyaan penelitian yang darinya kemudian diturunkan hipotesis sebagai dugaan atau jawaban sementara atas pertanyaan penelitian tersebut.
Definisi kerangka teoritik
            Hussey mendefinisikan kerangka teoritis sebagai berikut: “a theoretical framework is a collection  of theories and models from the literature which underpinds a positivistic research study. The treoretical framework is a fundamental part of this type of research as it explains the research questions or hypotheses.
Jadi, kerangka teoritis adalah suatu kumpulan teori dan model dari literatur yang menjelaskan hubungan dalam masalah tertentu. Kerangka teoritis memuat dua hal yaitu teori dan model teoritis.
Apa itu teori?
Definisi teori
            Teori adalah sebagai pernyataan proposisional atau saling hubungan antara dua atau lebih konsep sebagai penjelasan dari saling hubungan antara dua atau lebih fenomena sosial tertentu.
Adapun elemen-elemen dari suatu teori yang baik dan berguna dapat diidentifikasi sebagai berikut:
1.      Teori berisi konsep atau konstruk. Menurut Ruane “the fundamental building blocks of theory are concepts”.
2.      Teori dinyatakan dalam satu bentuk proposisional. Menurut Jenaet Ruane “theories consist of a series of statements (propositions) about relationships between concepts.
3.      Teori menjelaskan dan memprediksi saling hubungan antara dua gejala sosial tertentu atau lebih, meskipun teori tertentu atau lebih, meskipun teori tersebut dapat menjelaskan satu gejala sosial tertentu. Menurut Karlinger, sifat dan hakiki teori justru terletak pada penjelasan dan prediksinya tentang fenomena-fenomena yang diamati.
Karakteristik dari teori yang baik
Karakteristik utama dari satu teori yang baik adalah:
1.      Teori dapat di uji (testability). Satu teori dapat di uji jika hal itu kapabel untuk menguji beberapa empiris.
2.      Kompatibel atau cocok (compatible). Teori harus bisa cocok dengan baik dengan observasi dan teori yang sebelumnya telah divalidasi.
3.      Parsimoni (parsimony). Teori harus dinyatakan atau dirumuskan dalam bahasa yang sederhana, yaitu teori adalah yaitu menjelaskan banyak dalam cara yang sangat sederhana.
4.      Prediksi (prediction). Kondisi lain yang satu teori yang baik harus penuhi adalah dapat di uji.
Bagian-bagian dari teori
            Ada sejumlah bagian (elemen , unsur, komponen) dasar yang harus dipenuhi untuk  dapat disebut sebagai teori. Komponen dasar tersebut adalah konsep, variabel, dan proposisi atau hubungan antarvariabel. Bailey mengatakan bahwa komponen dasar dari teori adalah konsep dan variabel yang dihubungkan dalam pernyataan yang dikenal sebagai proposisi.
Konsep
            Konsep merupakan abstraksi tentang fenomena sosial yang dirumuskan melalui generalisasi dari sejumlah karakteristik peristiwa atau keadaan fenomena sosial tertentu.
Tipe konsep
            Konsep merupakan abstraksi dari realitas. Konsep memiliki karakteristik yang dapat didefinisikan sebagai abstrak (abstract) dan konkret (concrete), meskipun kadang-kadang beberapa konsep adalah highly abstract, dan beberapa lainnya adalah pada middle level of  abstraction, dan beberapa lainnya lagi adalah pada concrete level.
Konsep level abstrak
            Dalam penelitian konsep abstrak disebut konstruk. Menurut Groves dkk, “constructs” are the elements of information that are sought by the researcher.
Konsep level konkret
            Konsep level empirik atau konsep konkret mewakili objek atau peristiwa yang diwakili dan umumnya dapat di indera atau dilihat dan disentuh. Makin besar jarak antara konsep dan fakta atau gejala yang diwakili atau makin sulit menggambarkan fakta atau gejala akan semakin besar kemungkinan terjadi kesalahan dalam memaknakan konsep yang digunakan.
Bagian konsep: simbol dan definisi
            Konsep terdiri dari dua bagian: simbol atau kata dan definisi. Konsep teoritis adalah ide yang dapat diungkapkan  sebagai simbol atau dalam kata-kata.
Variabel
Gejala yang direpresentasikan oleh konsep dan telah menunjukkan variasi nilai disebut variabel. Varabel adalah konsep yang sudah memiliki nilai. Menurut Nan Lin, A variable as defined as a characteristic which can take on two or more different categories. Secara spesifik, satu variable didefinisikan sebagai satu konsep atau konstruk yang memiliki bervariasi nilai. Nilai yang melekat dalam variabel dapat berupa angka dan kategori. Nilai yang terkandung dalam disiplin kerja misalnya, adalah sangat disiplin, disiplin, cukup disiplin, tidak disiplin, sangat tidak disiplin.
Jenis-jenis variabel
Berdasarkan waktu terjadinya maka variabel dalam hubungan antara variabel diklasifikasi dalam lima tipe dasar, yaitu:
1.      Variabel independen (independent variable)
2.      Variabel dependen (dependent variable)
3.      Variabel anatara (intervening variable atau mediating variable)
4.      Variabel moderating (moderating variable) atau variabel kontingensi (contingency variable)
5.      Variabel kontrol (control variable)
Proposisi
            Proposisi merupakan salah satu elemen yang mencirikan teori. Secara umum proposisi adalah satu pernyataan teoritis yang menentukan hubungan antara dua atau lebuh variabel, yang memberitahukan kita bagaimana variasi dalam satu konsep dapat diberi keterangan untuk variasi dalam konsep lain, satu pernyataan tentang satu atau lebih konsep variabel, satu pernyataan tentang saling hubungan antara dua atau lebih konsep. Proposisi merupakan suatu pernyataan mengenai konsep-konsep yang dapat dinilai benar atau salah jika merujuk kepada fenomena yang dapat diamati.
Tipe proposisi
            Ada lima tipe proposisi:
1.      Hipothesis, adalah satu proposisi yang dinyatakan dalam bentuk yang dapat di uji dan memprediksi satu hubungan khusus antara dua (atau lebih) variabel.
2.      Generalisasi empirik, adalah proposisi-proposisi pengucapan yang dapat diamati mengenai sekelompok orang, benda, atau peristiwa, mengenai sifat-sifatnya atau mengenai hubungan yang ada antara kelompok-kelompok atau sifat-sifat itu.
3.      Aksioma, adalah pernyataan yang tegas mengenai bagaimana sesuatu seharusnya. Aksioma merupakan satu pernyataan tentang hubungan yang di asumsikan benar dan tidak diuji.
4.      Postulat atau prasangka, merupakan penyataan-pernyataan mengenai hakikat realitas yang dianggap benar dalam konteks tertentu, tetapi tidak diketahui benar. Postulat dengan bentuk silogisme deduktif biasanya dinyatakan sebagai berikut:
-Proposisi 1: Jika A maka B;
-Proposisi 2: Jika B maka C; karena itu
-Proposisi 3: Jika A maka C.
Jadi, postulat pada dasarnya mengarah pada verifikasi. Postulat digunakan sebagai tiang fondasi agar peneliti dapat bergerak ke proposisi-proposisi (hipotesis-hipotesis) yang menjadi fokus penyelidikan.
5.      Teorem, merupakan proposisi yang dideduksi dari seperangkat aksioma atau postulat.
Bentuk rumusan proposisi
            Bentuk proposisi dapat dibedakan berdasarkan jumlah variabel yang berhubungan , berdasarkan arah hubungan antara variabel. Berdasarkan jumlah variabel dalam proposisi, ada tiga bentuk rumusan proposisi dalam penelitian kuantitatif:
1.        Proposisi univariabel yang membicarakan satu variabel tunggal.
2.        Proposisi bivariabel yang membicarakan hubungan antara dua variabel.
3.        Proposisi multivariabel menyatakan hubungan lebih dari dua variabel.
BAB V
Kerangka teoritik: Model teoritik
Model teoritik, bersama dengan teori merupakan bagian dari kerangka teoritik. Bagi Gray,, williansom, karp, dan dalphin, “a model is a visual depiction of how something works. It is  prototype to which the real world is compared as data are gathered. Jadi, model adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan kerangka umum yang biasa kita lihat pada realitas. Sebuah model yang menyederhanakan realitas dengan mengeleminasi detail yang tidak relevan. Model merupakan abstraksi dari realitas yang memberikan tujuan pengaturan dan penyederhanaan pandangan kita tentang realitas. Sebuah model berguna untuk menerjemahkan variabel ke dalam satu gambar visual sehingga menjadi tampak hubungan anatara variabel yang dijelasakan.
Tipe model teoretik
            Ada dua model teoretik yaitu schematic models dan symbolic model. Schematic model atau model simbolik banyak digunakan dalam ilmu sosial. Model simbolik meliputi verbal models. Verbal  models menggunakan kata-kata untuk menggambarkan elemen-elemen dan hubungannya dengan yang lain sering ditemukan dalam seksi teoretis dalam suatu artikel penelitian. Mathematical models atau model matematik menggunakan persamaan (equation) untuk menjelaskan hubungan-hubungan. Biasanya digunakan oleh administrator dalam riset operasi atau ilmu manajemen dan model ini mengindikasikan apa hubungan yang ada, apa arah hubungan, dan seberapa kuat hubungan tersebut.
Model matematik
Ilmuwan sosial dapat menggunakan model matematik sebagai model visual untuk mempresentasi realitas yang diformulasi dalam teori. Dalam model ini jelas Y sebagai variabel independen, X sebagai variabel independen, dimana perubahan dalam nilai X mengakibatkan perubahan dalam nilai Y. Teori ini di sebut oleh Borden dan Abbot sebagai satu quantitative theory.
Model gambar
Menurut Gray, dkk, “Both descriptive and explanatory models are thus useful in the social sciences, but the descriptive models are only aids to theory construction, whereas explanatory models are theory itself.
Model deskriptif
Beberapa model gambar adalah sangat deskriptif, dimana mereka secara nyata diatur dan disusun secara spasial dalam satu diagram. Model ini adalah bernada teori.
Model eksplanatif
Beberapa model juga menunjukkan ekspalanatory dimana satu elemen mengeksplanasi elemen lain yang terpisah atau satu atau beberapa variabel mengeksplanasi satu atau beberapa variabel lain. Model menjelaskan hubungan parsial antara usaha kerja dan dukungan organisasional dengan prestasi kerja, dan juga hubungan simultan dari usaha kerja dan dukungan organisasional dengan kinerja.
Model teoritik berdasarkan jumlah variabel
Jumlah variabel berhubungan dalam satu hubungan antara variabel menunjuk pada pernyataan deklaratif bahwa satu hubungan terdiri dari dua atau lebih vriabel yang berhubungan, baik independen atau dependen maupun keduanya. Berdasarkan jumlah atau banyak variabel yang berhubungan dibedakan hubungan dua variabel atau bivariabel atau bivariat dan hubungan lebih dari dua variabel atau multivariabel atau multivariat.
Model hubungan bivariabel
Disebut hubungan bivariabel apabila hanya terdapat dua variabel yang berhubungan dimana satu variabel (X) berposisi sebagai variabel independen dan satu variabel lainnya (Y) berposisi sebagai variabel dependen.
Model hubungan multivariabel
Disebut hubungan multivariabel jika terdapat satu variabel independen berhubungan dengan sejumlah variabel dependen, atau sejumlah variabel independen berhubungan dengan sejumlah tertentu variabel independen.
Tipe model teoretik berdasarkan arah hubungan
Dua variabel adalah berhubungan jika perubahan dalam nilai dari satu variabel secara sistematik membawa perubahan dalam nilai-nilai variabel lain. Ini mengindikasikan ada arah perubahan hubungan. Ketika kita mengatakan arah hubungan kita artikan bahwa hubungan antara variabel mengarah ke dua arah: mungkin positif atau negatif. Pernyataan hubungan dapat menunjukan perubahan nilai dalam variabel X terjadi perubahan nilai dalam variabel Y dan perubahan tersebut mungkin positif atau negatif. Ini terjadi dalam bentuk hubungan linier atau taklinier.
BAB VI
Kerangka teoretik: konstruksi teori dan rumusan hipotesis
Mengontruksi teori
            Teori memberikan penjelasan teoretik (theoretical explanation). Penjelasan teoretik merupakan satu argumen logis yang mengatakan mengapa terjadi sesuatu. Ini adalah satu argumen teoretis dari peneliti atau koneksi diantara konsep. Ruane mengatakan “if theory offers ideas (concepts) about how the world works, research is about empirically documenting (showing) whether or not those ideas are correct. Consequently, research can be seen as either an effort to (a) test established theory or (b) generate new theory. (Research conducted to test established theorynis called deductive research, research that starts in the empirical realm and tries to generate theory is called inductive research). In either scenario, research must encounter concepts. Good research either begins with on ends in the realm of concepts and theory.
Klasifikasi teori
            Teori dapat diklasifikasikan dari berbagai dimensi. Empat hal penting dari klasifikasi teori adalah:
1.      Aspek kuantitatif atau kualitatif dari teori: adalah teori kuantitatif atau teori kualitatif?
2.      Level analisis: pada level analisis apa teori digunakan?
3.      Lingkup (atau domain) dari teori: apa domain teori?
4.      Level deskripsi: pada level desripsi apa teori beroperasi?
Aspek teori
            Teori dapat diklasifikasi atas teori quantitative dan qualitative. Bordens dan Abbott, menggambarkan karakteristik dari teori kuantitatif sebagai berikut.
“a quantitative theory defines the relationships between its variables and constans in a set of mathematical formulas. Given specific numerial inputs, the quantitative theory generates specific numerial outputs. The relationship thus described then can be tested by setting up the specified conditions and observing whether the outputs take on the specified values (within the error of measurement).
Sementara teori kualitatif digambarkan sebagai berikut.
“a qualitative theory is any theory that is not quantitative. Qualitative theories tend to be stated in verbal rather than mathematical terms. These theories state which variables are important and, loosely, how those variables interact.
Level analisis teori
            Berdasarkan “the level of social reality with which they deal”, Neuman membedakan teori-teori sosial dalam tiga tingkat yaitu:
1.      Micro-level theory, berkenaan dengan bidang kecil dari waktu, ruang, atau jumlah orang.
2.      Meso-level theory, adalah secara relatif jarang. Ini berusaha untuk menghubungkan tingkat makro dan mikro atau beroperasi pada satu tingkat intermediate.
3.      Macro-level theory concerns the operation of larger aggregates such as social institusions, entire cultural systems, and whole societies. Is uses more concepts that are abstract.
Teori ekplanasi dapat diklasifikasi menjadi tiga yaitu:
1.      Penjelasan deskripsi merupakan satu bentuk penjelasan dari satu teori berkenaan dengan satu objek atau fenomena sosial tertentu.
2.      Penjelasan asosiasi merupakan bentuk penjelasan dari satu teori berkenaan dengan hubungan antara dua fenomena sosial atau lebih.
3.      Penjelasan kausal merupakan bentuk menjelaskan dari satu teori berkenaan dengan hubungan sebab-akibat antara dua fenomena sosial atau lebih.
4.      Penjelasan prediksi merupakan bentuk penjelasan dari satu teori berkenaan dengan ramalan atas besarnya atas besarnya perubahan dalam gejala tertentu karena terjadi perubahan dalam jumlah tertentu dalam variabel tertentu.
Gaya mengontruksi teori
Menurut David A. De Vaus, untuk paham peranan teori dalam penelitian empirik itu berguna untuk membedakan antara dua gaya berbeda mengontruksi teori dari penelitian: theory building dan theory testing.
Theory building
Theori building adalah proses dimana penelitian mulai dengan observasi dan menggunakan inductive reasoning untuk menurunkan satu teori dari observasi tersebut.
Theory  testing
            Menurut David A. De Vaus, satu pendekatan theory testing mulai dengan satu teori dan menggunakan teori melalui inductive reasoning untuk menjelaskan apa yang di observasi.
Apa itu hipotesis?
            Hipotesis merupakan elemen penting dalam penelitian ilmiah kuantitatif. Menurut Fred N.Kerlinger, hipotesis adalah pernyataan dugaan (conjectural) tentang hubungan antara dua variabel atau lebih. Nachmias and Nachmias mengatakan,”hypotheses are tentative answer to research problems”.
Tipe-tipe hipothesis
            Tipe hipotesis berdasarkan tujuan dapat dibedakan atas: hipotesis deskriptif dan hipotesis eksplanasi yang dibedakan atas hipotesis asosiatif atau korelasional, hipotesis kausal, hipotesis prediktif, dan hipotesis perbedaan atau komparatif.
BAB VII
Pengukuran: Membuat konsep abstrak jadi terukur
Apa itu pengukuran?
Definisi pengukuran
            Pengukuran merupakan satu tahap kunci dalam proses penelitian kuantitatif. Proses pengukuran dapat di definisikan sebagai proses penentuan dimensi atau indikator dari konsep atau variabel dan memberikan respons pada indikator menurut aturan tertentu. Pengukuran berarti memberi angka atau kategori untuk karakteristik (atau atribut-atribut) dari subjek. Jadi, hasil dari pengukuran adalah ukuran yang diberi respons. Ukuran adalah lebih konkret dari konstruk atau variabel.
Pentingnya pengukuran dalam penelitian
            Ada delapan alasan utama mengapa penting melakukan pengukuran dalam penelitian kuantitatif.
1.      Pengukuran menggambarkan gejala sosial secara empiris atau mewakili konsep yang diteliti secara akurat.
2.      Pengukuran mengubah data yang dapat yang dapat menerima manipulasi dan perlakuan statistik.
3.      Pengukuran membantu untuk pengujian hipotesis.
4.      Pengukuran memungkinkan penelitian membedakan dan mengklasifikasi antara subjek sesuai dengan derajat dari perangkat tertentu yang dimilikinya.
5.      Pengukuran memberi dukungan empiris terhadap teori dengan menghubungkan masalah penelitian dan penjelasan yang diformulasi secara teoritik dengan data yang dikumpulkan dari realitas melalui obsevasi empiris.
6.      Pengukuran menggambarkan perbedaan tajam antara orang-orang dalam kaitan dengan karakteristik dalam pertanyaan.
7.      Pengukuran menggambarkan perbedaan.
8.      Pengukuran menjadi dasar untuk memilih metode analisis yang sesuai dan menyediakan dasar untuk estimasi lebih tepat derajat hubungan antara variabel, misalnya melalui analisis korelasi atau analisis regresi.
Proses pengukuran
            Pengukuran adalah satu proses. Sebagai suatu proses maka pengukuran untuk penelitian kuantitatif meliputi tiga tahap seri tahap sekuansi kegiatan yaitu:
1.      Konseptualisasi untuk menentukan konsep.
2.      Operasionalisasi untuk menentukan indikator.
3.      Penskalaan untuk menentukan nilai respons.
Definisi operasional
            Operasional merupakan definisi yang menyatakan seperangkat petunjuk atau kriteria atau operasi yang lengkap tentang apa yang harus diamati dan bagaimana mengamatinya dengan memiliki rujukan-rujukan empirik.
BAB VIII
Populasi dan sampling: memilih subjek penelitian
Subjek penelitian
            Subjek penelitian, baik unit analisis maupun unit observasi memiliki kedudukan sentral dalam penelitian karena data tentang objek, gejala atau masalah yang diteliti melekat pada subjek penelitian .
Ada tiga istilah mendasar yang harus didefinisikan untuk menjelaskan subjek dari disiplin statistik:
1.      Unit (or element, or case). Satu unit (kadang-kadang dinamakan  element, atau case) adalah objek terkecil (the smallest object).
2.      Population. Satu populasi adalah kumpulan dari semua unit yang kita ingin pertimbangkan untuk distudi.
3.      Sample. Satu sample adalah setiap subset (atau sub kelompok) dari populasi kita.
Populasi
            Baik unit analisis maupun unit observasi berada dalam satu himpunan yang disebut populasi. Populasi adalah seluruh unit-unit dari mana sampel dipilih. Menurut Zikmund dkk, “a population (universe) is any complete group for example, of people, sales territories, stores, or college student that shares some common set of characteristics.
Tipe populasi
            Populasi dapat dibedakan antara populasi target/sasaran (sampling population). Menurut Grove dkk, “population target” adalah kelompok dari elemen-elemen untuk mana investigasi survei ingin membuat inferensi menggunakan statistik sampel. Populasi target adalah terbatas dalam ukuran. Elemen-elemen adalah unit fundamental dari populasi.
Sampel
Definisi sampel
            Satu sample juga dapat didefinisikan sebagai, “a finite part of a statistical population whose properties are used to make estimates about the population as a whole... when dealing with people, it can be defined as a set of target respondents selected from a larger population for the purpose of a survey.
Jadi, ada hubungan antara populasi dan sampel. Sampel (jika dipilih secara random) diukur untuk membuat generalisasi tentang populasi.
Sampling
            Sampling adalah proses memilih sejumlah unit sample dari populasi untuk dipelajari dan unit tersebut mewakili populasi. Adapun tahap-tahap utama dalam proses sampling adalah:
1.      Putuskan apakah menggunakan satu sampel dan mengapa
2.      Tetapkan satu unit sampling dan kerangka sampling
3.      Tentukan ukuran sample yang dibutuhkan
4.      Tentukan rancangan sampling
5.      Lakukan sampling atau pilih unit sampling aktual
Sampling unit
            Sampling unit adalah elemen atau seperangkat elemen-elemen yang tersedia untuk seleksi dalam proses sampling. Menurut Sapsford dan jupp, “for the purposes of sampling, populations can be thought of as consisting of sampling units. These are collections of elements which do not overlap and which exhaust the entire population.
Macam-macam sampling:
1.      Sampling probabilitas :
1.      Sampling acak sederhana
2.      Sampling acak sistemastik
3.      Sampling acak distratifikasi
-          sampling distratifikasi proporsional
-          sampling distratifikasi disproposional
4.      Sampling acak kluster
2.      Sampling nonprobabilitas
1.      Sampling konveniensi
2.      Sampling purfosif
3.      Sampling kuota
4.      Sampling bola salju
BAB IX
Pengumpulan data
Apa itu pengumpulan data?
            Data merupakan bahan penting yang digunakan oleh peneliti untuk menjawab pertanyaan atau menguji hipotesis dan mencapai tujuan penelitian. Data dalam penelitian menunjuk pada ukuran atau observasi aktual tentang hasil dari suatu investigasi survei.
Tipe data
            Tipe data dapat dikategorikan berdasarkan jenis data/informasi, bentuk data, ukuran data, dan sumber/keutamaan data.
Jenis data
            Untuk mencapai tujuan-tujuan  survei adalah berguna bagi perancang untuk menetukan secara tepat apa kategori atau tipe informasi yang diperlukan. Penentuan tipe informasi yang dicari melalui kuesioner membantu peneliti untuk menciptakan pertanyaan-pertanyaan dengan kategori respons yang sesuai.
Bentuk data
            Dilihat dari bentuk, ada dua tipe variabel yaitu qualitative variables dan quantitative variables. Variables kuantitaif mengandung data kuantitatif sedangkan variabel kualitatif mengandung data kualitatif.
Ukuran data
            Ukuran tingkat data ditentukan oleh skala ukuran variabel. Mengetahui tingkat data yang di ukur adalah penting sebab menjadi salah satu faktor yang menentukan metode pengumpulan data mana yang harus dipakai dan teknik statistik mana yang harus digunakan. Berdasarkan skala ukuran variabel, ukuran data mungkin nominal, ordinal, interval atau rasio.
Sumber data
            Menurut Bean, “the sources of data can vary widely--- historical documents, governmental records, organizational records, interviews, standardized surveys, quistionnaries develoved as part of the research protocol of a particular study, unobtrusive measures, observations, participant observation, and so on. The quality of the research depends on the quality of the data analyzed; data analysis has only a secondary influence”
Sumber data tersebut dapat dikategorikan menurut sumber dan keutamaan data. Menurut keutamaan data, maka data penelitian dapat dibedakan atas data primer dan data sekunder.
Metode pengumpulan data
            Metode pengumpulan data adalah cara yang digunakan untuk mengumpulkan atau mendapatkan data dari fenomena empirik. Ada dua metode pengumpulan data yaitu metode pengumpulan data kuantitatif dan metode pengumpulan data kualitatif.
Rancangan eksperimen
            Rancangan eksperimen merupakan satu rancangan penelitian dalam penelitian kuantitatif.
Rancangan survei
            Rancangan survei merupakan satu bentuk sangat umum dari pengumpulan data untuk penelitian kuantitatif karena survei menghasilkan informasi statistik.
Survei kuesioner
            Survei quesioner merupakan satu mekanisme pengumpulan data yang efisien bila peneliti mengetahui secara jelas apa yang di syaratkan dan bagaimana mengukur variabel yang diminati.
Perancangan instrumen
            Instrument penelitian merupakan alat atau sarana untuk pengumpulan data.
Wawancara survei
            Wawancara adalah satu pristiwa umum dalam kehidupan sosial sebab ada banyak bentuk berbeda dari wawancara. Metode wawancara merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data atau keterangan lisan dari seseorang yang disebut responden atau informan melalui suatu percakapan yang sistematis dan terorganisasi.
Tipe wawancara
            Wawancara sebagai teknik mengumpulkan data terjadi pada berbagai tatanan. Wawancara penelitian merupakan satu bentuk wawancara yang bertujuan mendapat data atau informasi yang akurat dari orang lain. Secara garis besar wawancara penelitian dapat dibedakan atas wawancara terstruktur atau wawancara tidak struktur. Berdasarkan pelaksaannya dibedakan atas wawancara tatap muka atau wawancara melalui teknologi informasi.
Struktur wawancara
            Wawancara dapat dilakukan terstruktur. Wawancara terstruktur, kadang-kadang disebut wawancara distandarisasi.
BAB X
Analisis data kuantitatif
Pemrosesan data
            Apa yang dilakukan peneliti setelah data dikumpulkan atau pasca-pengumpulan data? Yang dilakukan peneliti adalah pemrosesan data. Istilah lain yang sering digunakan adalah preparasi data, mengorganisasi , reduksi data. Tahap-tahap pemrosesan data atau mentransformasi data mentah menjadi informasi adalah sebagai berikut. Pertama-tama peneliti menyediakan data mentah. Data tersebut diperoleh dari penyebaran kuesioner atau wawancara atau keduanya. Terhadap data tersebut kemudian dilakukan penyuntingan, pengkodean, tabulasi.
Kelengkapan
            Kelengkapan data dalam kuesioner berkaitan dengan kelengkapan lembar kuesioner, identitas sumber data, kelengkapan pengisian instrumen. Sedangkan kelengkapan data dengan menggunakan wawancara berkaitan dengan apakah jawaban atas semua pertanyaan dan lembaran jawaban sudah lengkap.
Akurasi
            Akurasi data berhubungan dengan kesesuaian antara pertanyaan yang diajukan dengan jawaban yang diperoleh. Ketidaksesuaian bisa terjadi karena kesalahan mencatat atau responden tidak mengerti pertanyaan atau tidak menguasai apa yang ditanyakan.
Konsitensi
             Konsitensi data berhubungan dengan kecocokan atau kesesuaian antara jawaban atau data dari pertanyaan yang satu dengan jawaban atau data dari pertanyaan lainnya.
Keseragaman
            Keseragaman data berarti data dicatat dalam satuan-satuan yang seragam. Ini dapat dilakukan jika ada keseragaman interpresi pertanyaan, intruksi-intruksi, dan pencatatan.
Relevansi
            Relevansi data menunjuk pada kesesuaian, baik kedalaman maupun keluasan antara data yang diperoleh dengan hal yang dipertanyakan atau data yang dibutuhkan. Peneliti atau pengumpul data yang kurang cakap merumuskan pertanyaan sering mengakibatkan responden memberikan jawaban yang tidak relevan dengan masalah yang diteliti.
Masalah missing data dan cara menangani
            Missing data atau missing value adalah hal yang biasa dalam penelitian survei. Dalam penelitian survei dengan kuesioner juga sering ditemukan nonrespon untuk menunjukan kegagalan untuk memperoleh ukuran dalam unit yang disampel.
            Peneliti metodologis telah menemukan tiga tipe dari munculnya nonrespons, yaitu:
1.      Tidak ada kontak, gagal mengantarkan permintaan karena tidak tahu lokasi sampel atau alamat surat.
2.      Menolak untuk partisipasi, kontak pribadu dihapus untuk permintaan.
3.      Tidak mampu berpartisipasi, kontak pribadi tidak paham bahasa dari kuesioner.
Prosedur coding
            Prosedur coding adalah seperangkat aturan-aturan untuk menetapkan angka atau nomor tertentu yang diberikan untuk atribut variabel tertentu.
Ada empat aturan dasar untuk pengkodean yang baik
1.      Link to theory
2.      Exhaustiveness
3.      Mutual exclusiveness
4.      Detail
Waktu coding
            Melalui penyandian atau pemberian kode, klasifikasi ditandai dengan tanda kode tertentu untuk tiap kategori dalam bentuk angka. Kapan coding dilakukan? Proses penyandian dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pre-coded dan past-coded.
Kerangka coding
            Kerangka pengkodean merupakan seperangkat kategori-kategori kode dan memuat semua informasi yang diabstraksi dari kuesioner.
Kerangka coding dibedakan menjadi:
1.      Coding berdasarkan tipe data
2.      Coding berdasarkan tipe pertanyaan
3.      Coding berdasarkan arah pertanyaan
BAB XI
Hasil uji hipotesis, pembahasan dan kesimpulan
Hasil
            Setelah mengolah dan menganalisis data, maka hasilnya harus anda sajikan atau presentasikan. Hasil analisis anda disajikan tanpa membahas atau menafsirkannya. Hasil analisis yang disajikan adalah meliputi dua hal yaitu hasil analisis deskriptif dan hasil analisis deskriptif dan hasil analisis korelasional.
Hasil analisis deskriptif
            Ada sejumlah tipikal dari analisis deskriptif seperti tabel frekuensi, grafik dan tendensi sentral.
Hasil analisis korelasional: uji hipotesis hubungan bivariabel
            Berikut adalah garis besar tahap-tahap dalam menguji hipotesis bivariat:
1.      Tetapkan null hypothesis dan alternate hypothesis.
2.      Tetapkan statistik uji yang distandarisasi.
3.      Kalkulasi nilai dari statistik uji untuk menentukan kekuatan hubungan atau koefisien korelasi.
4.      Kalkulasi nilai dari statistik uji untuk menentukan signifikasi koefisien korelasi kekuatan hubungan.
5.      Gambarkan kesimpulan: tolak atau terima.
Menyajikan hasil analisis hubungan multivariat: Uji  hipotesis regresi
            Analisis regresi digunakan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen dinaikkan atau diturunkan. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio. Sebagai contoh adalah regresi antara biaya antara promosi terhadap prestasi kerja.
BAB XII
Menulis proposal dan laporan hasil penelitian kuantitatif
Menulis proposal penelitian
            Ada dua konsep yang saling terkait yaitu rencana penelitian dan proposal penelitian. Rencana penelitian kadang-kadang dipertukarkan dengan proposal penelitian.
a.       Bagian awal
Bagian awal dari satu proposal penelitian merupakan halaman pendahuluan terdiri atas halaman judul, halaman persetujuan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, dan daftar gambar.
1.      Judul
Halaman judul untuk tesis dan disertasi, misalnya, memuat judul penelitian, tingkat persyaratanyang dipenuhi, nama peneliti, afiliasi institusional, baik nama dan tempat serta waktu laporan final penelitian diselesaikan.
2.      Halaman persetujuan
3.      Kata pengantar dan ucapan terimakasih
4.      Daftar isi
5.      Daftar tabel/bagan/gambar
b.      Bagian utama
Bagian utama memuat komponen utama dari rencana penelitian yang dibicarakan secara mendalam.
1.      Bab pendahuluan
-          Latar belakang penelitian/masalah
-          Rumusan masalah
-          Maksud/tujuan
-          Kegunaan/manfaat
2.      Bab kerangka teoritik dan hipotesis
-          Kerangka teoritik
-          Hipotesis
3.      Bab metode
-          Rancangan pengujian
-          Variabel dan pengukuran
-          Populasi dan penarikan sampel
-          Pengumpulan data
-          Analisis data
c.       Bagian akhir
Bagian akhir dari satu proposal penelitian adalah schedul waktu, anggaran kalu ada, kepustakaan, dan lampiran kalau ada.
Evaluasi proposal penelitian kuantitatif
            Untuk mengetahui apakah satu proposal penelitian kuantitatif berkualitas atau tidak untuk seluruh tahapan penelitian maka perlu dilakukan evalusi.     


Tidak ada komentar:

Posting Komentar