BAB I
Satu pengantar
untuk metode penelitian sosial kuantitatif
Definisi
Penelitian: Kata penelitian atau “research” (bahasa inggris) berasal dari
kata “reserare” (bahasa latin) yang berarti mengungkapkan. Secara etimologis
kata “research” (inggris) berasal dari dua suku kata (syllables), “re” dan
“search”.
Ahli lain mendefinisikan penelitian sebagai suatu proses yang terdiri
dari berbagai tahap-tahap kegiatan.
Clifford Woody,mengatakan “Research comprises defining
problems,formulating hypothesis or suggested solutions; collecting, organizing
and evaluating data; making deductions and reaching conclusions; and at last
carefully testing the conclusions to determine whether they fit the formulating
hypothesis.
Kotari mengatakan, As such the term “research” refers to the systematic
method consisting of enunciating the problem, formulating a hypothesis,
collecting the facts or data,analysing the facts and reaching certain
generalisations for some theoretical formulation.
Jadi,penelitian di definisikan sebagai satu proses penyelidikan atas
suatu masalah dengan menggunakan metode ilmiah untuk menemukan solusi atas
pertanyaan penelitian dan menambah pengetahuan baru yang dapat diaplikasikan.
Dari definisi di
atas ada penelitian yang ditawarkan ada beberapa kesamaan karateristik.
1.
Penelitian merupakan proses
penyelidikan atas suatu masalah.
2.
Penelitian dilakukan dengan
menggunakan metode ilmiah.
3.
Penelitian dilakukan untuk
menemukan solusi atas masalah.
4.
Penelitian meliputi
kegiatan penetapan dan perumusan masalah.
Penelitian tentang satu gejala sosial atau hubungan antara dua atau lebih
gejala sosial dinamakan sebagai penelitian sosial. Sedangkan metode ilmiah
untuk mempelajari masalah masalah sosial.
Mengapa
melakukan penelitian penelitian sosial?
Ada dua faktor yang mendorong seseorang atau sekelompok orang untuk
melakukan penelitian yaitu maksud atau tujuan melakukan penelitian dan motivasi
melakukan penelitian.
Tujuan
penelitian
Tujuan melakukan penelitian termasuk penelitian kuantitatif adalah
menemukan jawaban atas pertanyaan melalui aplikasi dari prosedur ilmiah.
Tujuan
penelitian dalam pengelompokan besar sebagai berikut :
1.
Untuk membiasakan diri
dengan sebuah fenomena atau untuk mencapai wawasan baru mengenai hal itu.
2.
Untuk menampilkan secara
akurat karakteristik dari individual, situasi atau satu kelompok.
3.
Untuk menentukan fekuensi
dengan mana terjadi sesuatu atau dengan mana hal itu dihubungkan dengan sesuatu
hal lain.
4.
Untuk menguji sebuah
hipotesis dari hubungan sebab-akibat antara berbagai variabel.
Motivasi
melakukan penelitian
Menurut Kotari, kemungkinan motif untuk
melakukan penelitian meskipun ini adalah bukan suatu daftar lengkap dari
faktor-faktor pemotivasi orang untuk mengerjakan studi penelitian dapat terjadi
diantara satu atau beberapa pengelompokan berikut:
1.
Hasrat untuk memperoleh
satu derajat penelitian bersama-sama dengan keuntungan berikutnya.
2.
Hasrat untuk menghadapi
tantangan dalam pemecahan masalah yang tidak terpecahkan.
3.
Hasrat untuk mendapat
kesenangan intelektual dari melakukan beberapa pekerjaan kreatif.
4.
Hasrat untuk melayani
masyarakat.
5.
Hasrat untuk mendapat
kehormatan.
Metode ilmiah
dan sikap ilmiah dalam penelitian sosial
Tanpa penelitian,solusi yang dibuat atas suatu masalah akan sulit di
pertanggung jawabkan dan tanpa penelitian maka ilmu pengetahuan tidak akan
berkembang. Penelitian ilmiah kuantitatif adalah penyelidikan sistematis,
terkontrol, empiris, dan kritis atas fenomena dipandu oleh teori dan hipotesis
tentang hubungan yang di duga terdapat antara fenomena-fenomena itu. Penelitian
sosial ilmiah pasti menggunakan scientific method sehingga disebut scientific
research method dan didukung oleh scientific attitude sehingga disebut
scientific research attitude.
Metode ilmiah
dalam penelitian sosial
Metode ilmiah merupakan metode yang sahih dan andal untuk mendapat
pengetahuan ilmiah.
Menurut Boddens
dan Abbot :
The scientific method provides the general framework within which
scientists operate. However, to test hypotheses the inherent logic of the
scientific method must be translated info a workable research study. It is
important to recognize that the scientific method provides the rules within
which information is acquired. Working within those rules, you must decide on
the particular technique that best test your hypothesis.
Menurut Kothari
:
The scientific method is, thus, based on certain basic postulates which
can be stated as under.:
1.
It relies on empirical
evidence.
2.
It utilizes relevant
concepts.
3.
It is committed to only
objective considerations.
4.
It presupposes ethical
neutrality,i.e., it aims at nothing but making only adequate and correct
statements about population objects.
5.
It results into
probabilistic predictions.
6.
Its methodology is made
known to all concerned for critical scrutiny are for use in testing the
conclusions through replication.
7.
It aims at formulating most
general axioms or what can be termed as scientific theories.
Tahap-tahap
metode ilmiah
1.
Tahap pertama menggunakan
metode ilmiah adalah Observing a Phenomenon: mengamati gejala atau perilaku
yang menjadi perhatian untuk pengenalan masalah.
2.
Tahap kedua, setelah
mengidentifikasi suatu fenomena atau masalah untuk diselidiki, adalah
formulating tentative explanation: mengembangkan satu atau lebih penjelasan
tentatif yang tampak konsisten dengan observasi.
3.
Tahap ketiga, setelah
memformulasi hipotesis, adalah further observing and experimenting: melakukan
observasi atau eksperimen (atau keduanya).
4.
Tahap keempat, refining and
retesting explanations: proses perbaikan kembali dan pengujian kembali
penjelasan berdasarkan konfirmasi atau diskonfirmasi hipotesis.
Karakteristik
penelitian yang menggunakan metode ilmiah
1.
Empiris
2.
Observasi
3.
Pertanyaan
4.
Hipotesis
5.
Mengumpulkan data
6.
Analisis
7.
Kesimpulan
8.
Replikasi
Sikap ilmiah
dalam penelitian sosial
Penelitian juga memerlukan sikap ilmiah atau “a way of looking at the
world. It is an attitude that values craftsmanship, with pride in creativy,
high quality standards, and hard work”
Sikap ilmiah itu
antara lain :
1.
Tidak ada perasaan bersifat
pamrih sehingga rasa suka atau tidak suka pribadi tidak memengaruhi pendapat
atau kesimpulan-kesimpulan yang diambil atas suatu objek masalah.
2.
Selektif dalam memilih
masalah supaya didukung oleh fakta, sebab kebenaran ilmiah merupakan kebenaran
yang didukung oleh fakta sehingga pendapat yang tidak sesuai dengan data atau
fakta tidak perlu dipertahankan.
3.
Kepercayaan yang layak
terhadap fakta yang tidk dapat di ubah dan terhadap indera yang di gunakan.
4.
Setiap pendapat, teori
maupun asumsi dan proposisi terdahulu telah memiliki kepastian meskipun terbuka
untuk di uji kembali.
Apa itu metode
dan metodologi penelitian?
Metode
penelitian
Metode (inggris: methods, junani:
methodos) adalah cara atau jalan. Metode merupakan cara yang teratur
untukmencapai suatu maksud yang diinginkan.
Menurut Dowson “research methods may be understood as all those
methods/techniques that are used for conduction of research. Research methods
or tchniques, thus, refer to the methods the researches use in performing
research operations. In other world, all those methods which are used by the
researcher during the course of studying his research problem are termed as research
methods.
Metodologi
penelitian
Bagi kothari “research methodology is a way to systematically solve the
research problem. It may be understood
as a science of studying how research is done scientifically. In it we study
the various steps that are generally adopted by a researcher in studying his
research problem along with the logic behind them.
Dowson mengatakan metodologi
penelitian (research methodology) adalah cara untuk menyelesaikan masalah
penelitian secara sistematik.
Jadi, metodologi penelitian merupakan ilmu yang mempelajari cara yang
digunakan untuk menyelidiki masalah yang memerlukan masalah.
BAB II
Masalah
penelitian sosial kuantitatif
Apakah itu
masalah penelitian?
Masalah penelitian sosial merupakan suatu kesulitan yang dirasakan, suatu
perasaan tidak menyenangkan atas suatu situasi atau gejala sosial tertentu, ada
keraguan, kesangsian, kebingungan atau kemenduaan tentang suatu fenomena sosial.
Masalah penelitian sosial mengimplikasikan adanya suatu teka-teki yang harus
dipecahkan atau diberi jawaban.
Menurut Zikmund, Babin, Carr, Griffin “ a problem occurs when there is a
difference between the current conditions and a more preferable set of
conditions. In other words, a gap exist between the way things are now and a
way that things could be better”.
Menurut Kothari, “a research problem, in general, refers to some
difficulty which a researcher experiences in the contexs of either a
theoritical of practical situation and wants to obtain a solution for the
same”.
Masalah sebagai
jantung penelitian
Menurut Leedy dan Ormrod “the heart of every research project is the
problem. Masalah sebagai jantung dari proses penelitian karena masalah dan
rumusan masalah serta pertanyaan penelitian memiliki keutamaan.
Memilih masalah
penelitian
Awal dari satu proyek penelitian adalah mulai dengan pemilihan satu
masalah.
Bean menulis, Identifying a research problem is the starting place for
research. Research problems involve unresolved real-world conditions or
situations, and it is the research problem that is nested between the topic and
the purpose. Theoretical research problems deal with “we don’t know why”
descriptive research problems deal with “we don’t know what,” and practical
research problems deal with “we don’t know with how”. The best researchers are
attracted to uncertainty, paradoxes, anomalies, contradictions, and ambiguities
in the field. The significance of a problem is often based on the way in which
it intersects with theoretical uncertainty and practical importance.
Probably the best waybof finding a
problem to study is to do extensive reading in an important topical area and
find out what is poorly understood. Many articles contain sections that give
suggestions for future research, and many have glaring shortcomings that
suggest a problem should be reexamined from a different perspective. Some
researches choose a methodology an then try to find a problem to match it. This
approach creates an unnecessary constraint on what is to be studied, and the
foolishness of this sequence cannot be emphasized enough. The cart does not
pull the horse. Other researchers are told what to study by a superior, such as
an advisor, a provider of resources, an admired scholar in the field, or a
coinvestigator.
Untuk fokus pada
pemilihan masalah penelitian dapat mengikuti tahap-tahap proses penetapan
masalah berikut:
1.
Temukan satu minat dalam
satu broad subject area.
2.
Tetapkan minat tersebut
menjadi satu topik yang masuk akal.
3.
Tetapkan masalah yang
terkait dengan area masalah dan topik dari berbagai sudut pandang.
Tetapkan topik
yang masuk akal
Topik penelitian, kadang-kadang disebut fokus untuk studi atau ide-ide
penelitian atau isu-isu penelitian.
Menurut Bean “the selection of topics for study is neither innocent nor
rational. It is not innocent, because beingselected gives a topic legitimacy,
creates the power of knowledge for those affected by the topic,and creates
invisibility for those excluded. It is
not rational, because researchers value, are curions about, or perceive they
will profit from. What is the studied in a discipline becomes what is taught in
the discipline”.
Menurut Daymon dan Holloway, menemukan topik yang masuk akal dan menarik
serta dapat dikerjakan dengan mudah merupakan proses yang logis dan
terus-terang karena ide yang baik berasal dari gabungan antara teori,
pengalaman dan temuan sebelumnya.
Karakteristik
dari satu topik yang baik
Menurut John Gill and Peter Johson, topik yang baik jika memiliki hal-hal
berikut:
1.
Acces: The possibility of
acces is generally a fairly easy matter to asses
2.
Achievable in the time
available: With limited time available there is a temptation to select a topic
before doing the preliminary groundwork suggested here, this temptation should
be resisted and time will be saved in the long run.
3.
Symmetry of potential
outcomes: A way of reducing the risk entailed in any project is to try to
ensure that, whatever the findings from the work, the result will be equally
valuable, this is known as symmetry of potential outcomes.
4.
Student capabilities and
interest: This seems an obvious point: clearly, a student with strong
capabilities in the behavioural sciences and low numeracy should hesitate
before choosing a topic.
5.
Financial support: in most
student projects it is usual for the matter of financial support to have been
resolved before the project begins.
6.
Value and scope of the
research: In project which form part of taught courses the value of the work
may usually be judged primarily by its suitability in demonstrating sufficient
research competence or problem-solving ability to fulfil the criteria judged
necessary to pass the course.
Orisinalitas
Satu topik penelitian yang baik adalah orisinal. Originality berarti
bahwa penelitian itu adalah:
1.
Sebuah pengembangan ide
yang baru dari ide atau isu yang ada.
2.
Satu aplikasi ide baru dari
konsep, teknik atau metodologi yang terkini.
3.
Satu interpretasi ide baru
tentang ide ataupun karya sebelumnya.
Memilih masalah
yang cocok
Walliman mengatakan “ although you will find the the world is teeming
with questions and unresolved problems, not every one of these is a suitable
subject for research.
Ada sejumlah pertimbangan bagi peneliti untuk memilih satu masalah yang
cocok atau sesuai untuk diteliti dan berikut adalah daftar yang sangat penting:
1. Masalah
yang anda pilihbadalah masalah penelitian
2. Masalah
yang anda plih harus sangat menarik minat anda dan sesuai dengan kemampuan anda
3. Masalah
yang anda pluh harus signifikan
4. Masalah
yang anda pilih harus dapat diteliti
Rumusan masalah dan pertanyaan penelitian
Ada enam karakteristik yang menjadi kriteria
rumusan masalah yang baik yaitu:
1. Diartikulasi
secara jelas dan secara spesifik dan tidak mengandung keraguan atau tidak
ambigu.
2. Dinyatakan
dalam bentuk perntanyaan-pertanyaan yang baik.
3. Rumusan
ilmiah tentang fakta yang mungkin yang dapat dikonfirmasi atau didiskonfirmasi
secara empiris.
4. Mengindikasikan
variabel dan atau hubungan antara variabel-variabel yang menjadi perhatian bagi
peneliti.
5. Menyiratkan
adanya kemungkinan pengujian empiris.
6. Signifikan
dengan latar belakang masalah.
Pertanyaan-pertanyaan penelitian yang baik
menurut Bordens dan Abbot memiliki karakteristik:
1. Tanyakan
atau ajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat dijawab (asking answerable
questions).
2. Tanyakan
pertanyaan-pertanyaan yang benar (asking the right questions).
3. Tanyakan
pertanyaan-pertanyaan penting (asking important questions).
Masalah dan pertanyaan deskriptif
Masalah deskriptif adalah masalah yang
berkenaan atau yang mempertanyakan status satu gejala sehingga disebut masalah
univariat.
Ada dua jenis masalah deskriptif: berhubungan
dengan karakteristik dan berhubungan dengan frekuensi dari suatu populasi atau
gejala. Sejaan dengan itu maka pertanyaan penelitian deskriptif berhubungan
dengan dua hal: masalah karakteristik dan masalah frekuensi.
Contoh pertanyaan penelitian deskriptif
berhubungan dengan karakteristik:
1. Apa
ciri-ciri masyarakat tradisional?
2. Apa
komponen-komponen kualitas hidup?
Contoh pertanyaan penelitian deskriptif
berhubungan dengan masalah frekuensi:
1. Seberapa
tinggi tingkat motivasi kerja pegawai negeri?
2. Seberapa
efektif pelaksanaan pengawasan melekat?
Masalah penelitian dan tujuan penelitian
Tiap
pertanyaan penelitian memerlukan pencarian tentang satu tujuan penelitian
tertentu. Satu cara untuk mendekati satu masalah penelitian adalah melalui
seperangkat dari tujuan penelitian . penelitian sosial dapat mengejar banyak
tujuan. Itu dapat explore, describe, understand, explain, predict, change,
evaluate atau asses aspect of social phenomena.
BAB III
Rancangan penelitian sosial kuantitatif
Apa itu rancangan penelitian?
Rancangan
penelitian dalam arti sempit yaitu hanya meliputi satu kerangka kerja untuk
pengumpulan data dan analisis data antara lain dikemukakan oleh Yin (1989),
Bailey (1987), dan O’Sullivan dan Rassel (1989) maupun Williamson, Karp, dan
Dalphin (2007).
Jadi, rancangan penelitian dalam arti sempit
menunjuk pada how to collection of data yang meliputi data apa yang
dikumpulkan, dari siapa atau darimana data dikumpulkan, dan bagaimana
mengumpulkannya, bagaimana variabel diukur dan bagaimana menentukan kelompok
yang dipelajari, dan how to analyse the data .
Rancangan
penelitian dalam arti luas meliputi seluruh proses penelitian yang dilakukan
dari mengajukan pertanyaan penelitian hingga ditemukan jawaban pertanyaan
penelitian. Menurut Burns “a research design is essentially a plan or strategy
aimed at enabling answers to be obtained to research questions. Menurut Gray,
dkk, “research design is the overall
process of using your imagination as well as the strategy and tactics of science
to guide the collection and analysis of data.
Jadi, rancangan penelitian merupakan bagian
dari rencana penelitian. Rancangan penelitian dibuat agar memungkinkan peneliti mampu menjawab
pertanyaan penelitian dengan valid, objektif, tepat, dan hemat. Rancangan
penelitian disusun dan dilaksanakan dengan penuh perhitungan agar dapat
menghasilkan petunjuk empirik yang kuat relevansinya dengan masalah penelitian.
Tentang rencana penelitian, Gay dan Diehl mengatakan “a research plan is a
detailed description of a proposed study designed to investigate a given
problem. It included justification for
the hypothesis to be tested, a detailed presentation of the rearch steps that
will be followed in collecting and analyzing required data, and a projected
time schedule for each major step. Kothari mengatakan “ In brief, research
design must, at least, contain—a. A clear statement of the research problem; b.
Procedures and techniques to be used for gathering information; c. The
population to be studied; and (d) methods to be used in processing and
analysing data.
Rancangan penelitian menurut tujuan penelitian
Ada tiga maksud atau tujuan dari penelitian sosial, yaitu:
1. Eksplorasi
2. Deskripsi
3. Eksplanasi
Rancangan deskriptif
Penelitian deskriptif adalah fundamental untuk
tiap disiplin ilmu sosial untuk memahami
masyarakat dan juga untuk research enterprise. Rancangan deskriptif banyak
digunakan oleh peneliti sosial kuantitatif dan kualitatif.
Penelitian
deskriptif selain bertujuan menggambarkan secara cermat karakteristik dari
suatu gejala atau masalah yang diteliti, penelitian deskriptif juga fokus pada
pertanyaan dasar “bagaimana” dengan berusaha mendapatkan dan
menyampaikanfakta-fakta dengan jelas , teliti dan lengkap tanpa banyak detai
yang tidak penting seperti dalam penelitian eksplorasi.
Rancangan penelitian eksplanatori
Penelitian
eksplanatori atau eksplanasi fokus pada pertanyaan “why” terkait dengan alasan
terjadinya suatu hal. Juga pertanyaan “to what extent”, “how much”, “how far”,
“how significant” cocok untuk penelitian eksplanasi kuantitatif untuk
menjelaskan hubungan antardua atau lebih variabel. Penelitian eksplanatori
merupakan penelitian yang tujuan utamanya adalah menjelaskan alasan terjadinya
pristiwa dan untuk membentuk, memperdalam, mengembangkan, atau menguji teori.
Rancangan korelasional
Gay
dan Diehl mengatakan “correlational research involves collecting data in order
to determine whether, and to what degree, a relationship exist between two or
more quantifiable variables. Menurut Stern, “a correlational study is one that
measures two or more variables and attempts to assess the relationship between
them, without manipulating any variable.
Desain penelitian menurut strategi penelitian
Untuk
pengujian hipotesis atau mengevaluasi penjelasan hubungan-hubungan potensial
yang di observasi ada dua rancangan penelitian yang digunakan yaitu survey
research desain dan experimental research desain.
Rancangan survei
Menurut Earl, “Survey research is probably the
best method available to the social researcher who is interested in collecting
original data for describing a population too large to observe directly.
Rancangan
survei dapat digunakan untuk tujuan deskripsi,eksplanatori dan eksplorasi.
Rancangan penelitian survei juga disebut rancangan noneksperimental merupakan
telaah empirik sistematis dimana ilmuwan tidak dapat mengontrol secara langsung variabel bebasnya karena manifestasinya telah
muncul , atau karena sifat hakikat variabel itu memang menutup kemungkinan
manipulasi.
Survei deskriptif
Survei deskriptif dijelaskan oleh Burns sebagai
berikut:
The
descriptive survey aims to estimate as precisely as possible the nature of
existing conditions, or the attributes of a population, for example, its
demograhic composition, its attitude to abortion, its religious belief, voting
intentions, its childrearing practices.
Survei ekplanatori
Survei eksplanatori dijelaskan oleh Burns
sebagai berikut:
The
eksplanatory survey seek to establish cause and effect relationships but
without eksperimental manipulation; for example, the effect on teachers’
motivation of merit schemes, the effects of social climate on adolescent
values. Sometimes, of course, both descriptive and eksplanatory studies can be
carried out in the same inquiry.
BAB IV
Kerangka teoritik: Teori
Apa itu kerangka teoritik?
Dalam penelitian kuantitatif, kerangka teoritis
juga disebut theoretical perspective, theoretical review, theoretical
rationale, merupakan hasil dari kontruksi teori yang disusun oleh peneliti
untuk menjelaskan masalah atau menjawab pertanyaan peelitian yang menjadi objek
studi. Teori merupakan penjelasan teoritis atas masalah dan pertanyaan
penelitian yang darinya kemudian diturunkan hipotesis sebagai dugaan atau
jawaban sementara atas pertanyaan penelitian tersebut.
Definisi kerangka teoritik
Hussey
mendefinisikan kerangka teoritis sebagai berikut: “a theoretical framework is a
collection of theories and models from
the literature which underpinds a positivistic research study. The treoretical
framework is a fundamental part of this type of research as it explains the
research questions or hypotheses.
Jadi, kerangka teoritis adalah suatu kumpulan
teori dan model dari literatur yang menjelaskan hubungan dalam masalah
tertentu. Kerangka teoritis memuat dua hal yaitu teori dan model teoritis.
Apa itu teori?
Definisi teori
Teori
adalah sebagai pernyataan proposisional atau saling hubungan antara dua atau
lebih konsep sebagai penjelasan dari saling hubungan antara dua atau lebih
fenomena sosial tertentu.
Adapun elemen-elemen dari suatu teori yang baik
dan berguna dapat diidentifikasi sebagai berikut:
1. Teori
berisi konsep atau konstruk. Menurut Ruane “the fundamental building blocks of
theory are concepts”.
2. Teori
dinyatakan dalam satu bentuk proposisional. Menurut Jenaet Ruane “theories
consist of a series of statements (propositions) about relationships between
concepts.
3. Teori
menjelaskan dan memprediksi saling hubungan antara dua gejala sosial tertentu
atau lebih, meskipun teori tertentu atau lebih, meskipun teori tersebut dapat
menjelaskan satu gejala sosial tertentu. Menurut Karlinger, sifat dan hakiki
teori justru terletak pada penjelasan dan prediksinya tentang fenomena-fenomena
yang diamati.
Karakteristik dari teori yang baik
Karakteristik utama dari satu teori yang baik
adalah:
1. Teori
dapat di uji (testability). Satu teori dapat di uji jika hal itu kapabel untuk
menguji beberapa empiris.
2. Kompatibel
atau cocok (compatible). Teori harus bisa cocok dengan baik dengan observasi dan
teori yang sebelumnya telah divalidasi.
3. Parsimoni
(parsimony). Teori harus dinyatakan atau dirumuskan dalam bahasa yang
sederhana, yaitu teori adalah yaitu menjelaskan banyak dalam cara yang sangat
sederhana.
4. Prediksi
(prediction). Kondisi lain yang satu teori yang baik harus penuhi adalah dapat
di uji.
Bagian-bagian dari teori
Ada
sejumlah bagian (elemen , unsur, komponen) dasar yang harus dipenuhi untuk dapat disebut sebagai teori. Komponen dasar
tersebut adalah konsep, variabel, dan proposisi atau hubungan antarvariabel.
Bailey mengatakan bahwa komponen dasar dari teori adalah konsep dan variabel
yang dihubungkan dalam pernyataan yang dikenal sebagai proposisi.
Konsep
Konsep
merupakan abstraksi tentang fenomena sosial yang dirumuskan melalui
generalisasi dari sejumlah karakteristik peristiwa atau keadaan fenomena sosial
tertentu.
Tipe konsep
Konsep
merupakan abstraksi dari realitas. Konsep memiliki karakteristik yang dapat
didefinisikan sebagai abstrak (abstract) dan konkret (concrete), meskipun
kadang-kadang beberapa konsep adalah highly abstract, dan beberapa lainnya
adalah pada middle level of abstraction,
dan beberapa lainnya lagi adalah pada concrete level.
Konsep level abstrak
Dalam
penelitian konsep abstrak disebut konstruk. Menurut Groves dkk, “constructs”
are the elements of information that are sought by the researcher.
Konsep level konkret
Konsep
level empirik atau konsep konkret mewakili objek atau peristiwa yang diwakili
dan umumnya dapat di indera atau dilihat dan disentuh. Makin besar jarak antara
konsep dan fakta atau gejala yang diwakili atau makin sulit menggambarkan fakta
atau gejala akan semakin besar kemungkinan terjadi kesalahan dalam memaknakan
konsep yang digunakan.
Bagian konsep: simbol dan definisi
Konsep
terdiri dari dua bagian: simbol atau kata dan definisi. Konsep teoritis adalah
ide yang dapat diungkapkan sebagai
simbol atau dalam kata-kata.
Variabel
Gejala yang direpresentasikan oleh konsep dan
telah menunjukkan variasi nilai disebut variabel. Varabel adalah konsep yang
sudah memiliki nilai. Menurut Nan Lin, A variable as defined as a
characteristic which can take on two or more different categories. Secara
spesifik, satu variable didefinisikan sebagai satu konsep atau konstruk yang
memiliki bervariasi nilai. Nilai yang melekat dalam variabel dapat berupa angka
dan kategori. Nilai yang terkandung dalam disiplin kerja misalnya, adalah
sangat disiplin, disiplin, cukup disiplin, tidak disiplin, sangat tidak
disiplin.
Jenis-jenis variabel
Berdasarkan waktu terjadinya maka variabel
dalam hubungan antara variabel diklasifikasi dalam lima tipe dasar, yaitu:
1. Variabel
independen (independent variable)
2. Variabel
dependen (dependent variable)
3. Variabel
anatara (intervening variable atau mediating variable)
4. Variabel
moderating (moderating variable) atau variabel kontingensi (contingency
variable)
5. Variabel
kontrol (control variable)
Proposisi
Proposisi
merupakan salah satu elemen yang mencirikan teori. Secara umum proposisi adalah
satu pernyataan teoritis yang menentukan hubungan antara dua atau lebuh
variabel, yang memberitahukan kita bagaimana variasi dalam satu konsep dapat
diberi keterangan untuk variasi dalam konsep lain, satu pernyataan tentang satu
atau lebih konsep variabel, satu pernyataan tentang saling hubungan antara dua
atau lebih konsep. Proposisi merupakan suatu pernyataan mengenai konsep-konsep
yang dapat dinilai benar atau salah jika merujuk kepada fenomena yang dapat
diamati.
Tipe proposisi
Ada
lima tipe proposisi:
1. Hipothesis,
adalah satu proposisi yang dinyatakan dalam bentuk yang dapat di uji dan
memprediksi satu hubungan khusus antara dua (atau lebih) variabel.
2. Generalisasi
empirik, adalah proposisi-proposisi pengucapan yang dapat diamati mengenai
sekelompok orang, benda, atau peristiwa, mengenai sifat-sifatnya atau mengenai
hubungan yang ada antara kelompok-kelompok atau sifat-sifat itu.
3. Aksioma,
adalah pernyataan yang tegas mengenai bagaimana sesuatu seharusnya. Aksioma
merupakan satu pernyataan tentang hubungan yang di asumsikan benar dan tidak
diuji.
4. Postulat
atau prasangka, merupakan penyataan-pernyataan mengenai hakikat realitas yang
dianggap benar dalam konteks tertentu, tetapi tidak diketahui benar. Postulat
dengan bentuk silogisme deduktif biasanya dinyatakan sebagai berikut:
-Proposisi 1: Jika A maka B;
-Proposisi 2: Jika B maka C; karena itu
-Proposisi 3: Jika A maka C.
Jadi, postulat pada dasarnya mengarah pada
verifikasi. Postulat digunakan sebagai tiang fondasi agar peneliti dapat
bergerak ke proposisi-proposisi (hipotesis-hipotesis) yang menjadi fokus
penyelidikan.
5. Teorem,
merupakan proposisi yang dideduksi dari seperangkat aksioma atau postulat.
Bentuk rumusan proposisi
Bentuk
proposisi dapat dibedakan berdasarkan jumlah variabel yang berhubungan ,
berdasarkan arah hubungan antara variabel. Berdasarkan jumlah variabel dalam
proposisi, ada tiga bentuk rumusan proposisi dalam penelitian kuantitatif:
1.
Proposisi
univariabel yang membicarakan satu variabel tunggal.
2.
Proposisi
bivariabel yang membicarakan hubungan antara dua variabel.
3.
Proposisi
multivariabel menyatakan hubungan lebih dari dua variabel.
BAB V
Kerangka teoritik: Model teoritik
Model teoritik, bersama dengan teori merupakan
bagian dari kerangka teoritik. Bagi Gray,, williansom, karp, dan dalphin, “a
model is a visual depiction of how something works. It is prototype to which the real world is compared
as data are gathered. Jadi, model adalah istilah yang digunakan untuk
mendeskripsikan kerangka umum yang biasa kita lihat pada realitas. Sebuah model
yang menyederhanakan realitas dengan mengeleminasi detail yang tidak relevan.
Model merupakan abstraksi dari realitas yang memberikan tujuan pengaturan dan
penyederhanaan pandangan kita tentang realitas. Sebuah model berguna untuk
menerjemahkan variabel ke dalam satu gambar visual sehingga menjadi tampak
hubungan anatara variabel yang dijelasakan.
Tipe model teoretik
Ada
dua model teoretik yaitu schematic models dan symbolic model. Schematic model
atau model simbolik banyak digunakan dalam ilmu sosial. Model simbolik meliputi
verbal models. Verbal models menggunakan
kata-kata untuk menggambarkan elemen-elemen dan hubungannya dengan yang lain
sering ditemukan dalam seksi teoretis dalam suatu artikel penelitian.
Mathematical models atau model matematik menggunakan persamaan (equation) untuk
menjelaskan hubungan-hubungan. Biasanya digunakan oleh administrator dalam
riset operasi atau ilmu manajemen dan model ini mengindikasikan apa hubungan
yang ada, apa arah hubungan, dan seberapa kuat hubungan tersebut.
Model matematik
Ilmuwan sosial dapat menggunakan model
matematik sebagai model visual untuk mempresentasi realitas yang diformulasi
dalam teori. Dalam model ini jelas Y sebagai variabel independen, X sebagai
variabel independen, dimana perubahan dalam nilai X mengakibatkan perubahan
dalam nilai Y. Teori ini di sebut oleh Borden dan Abbot sebagai satu quantitative
theory.
Model gambar
Menurut Gray, dkk, “Both descriptive and
explanatory models are thus useful in the social sciences, but the descriptive
models are only aids to theory construction, whereas explanatory models are
theory itself.
Model deskriptif
Beberapa model gambar adalah sangat deskriptif,
dimana mereka secara nyata diatur dan disusun secara spasial dalam satu
diagram. Model ini adalah bernada teori.
Model eksplanatif
Beberapa model juga menunjukkan ekspalanatory
dimana satu elemen mengeksplanasi elemen lain yang terpisah atau satu atau
beberapa variabel mengeksplanasi satu atau beberapa variabel lain. Model
menjelaskan hubungan parsial antara usaha kerja dan dukungan organisasional
dengan prestasi kerja, dan juga hubungan simultan dari usaha kerja dan dukungan
organisasional dengan kinerja.
Model teoritik berdasarkan jumlah variabel
Jumlah variabel berhubungan dalam satu hubungan
antara variabel menunjuk pada pernyataan deklaratif bahwa satu hubungan terdiri
dari dua atau lebih vriabel yang berhubungan, baik independen atau dependen
maupun keduanya. Berdasarkan jumlah atau banyak variabel yang berhubungan
dibedakan hubungan dua variabel atau bivariabel atau bivariat dan hubungan
lebih dari dua variabel atau multivariabel atau multivariat.
Model hubungan bivariabel
Disebut hubungan bivariabel apabila hanya
terdapat dua variabel yang berhubungan dimana satu variabel (X) berposisi
sebagai variabel independen dan satu variabel lainnya (Y) berposisi sebagai
variabel dependen.
Model hubungan multivariabel
Disebut hubungan multivariabel jika terdapat
satu variabel independen berhubungan dengan sejumlah variabel dependen, atau
sejumlah variabel independen berhubungan dengan sejumlah tertentu variabel
independen.
Tipe model teoretik berdasarkan arah hubungan
Dua variabel adalah berhubungan jika perubahan
dalam nilai dari satu variabel secara sistematik membawa perubahan dalam
nilai-nilai variabel lain. Ini mengindikasikan ada arah perubahan hubungan.
Ketika kita mengatakan arah hubungan kita artikan bahwa hubungan antara
variabel mengarah ke dua arah: mungkin positif atau negatif. Pernyataan
hubungan dapat menunjukan perubahan nilai dalam variabel X terjadi perubahan
nilai dalam variabel Y dan perubahan tersebut mungkin positif atau negatif. Ini
terjadi dalam bentuk hubungan linier atau taklinier.
BAB VI
Kerangka teoretik: konstruksi teori dan rumusan
hipotesis
Mengontruksi teori
Teori
memberikan penjelasan teoretik (theoretical explanation). Penjelasan teoretik
merupakan satu argumen logis yang mengatakan mengapa terjadi sesuatu. Ini
adalah satu argumen teoretis dari peneliti atau koneksi diantara konsep. Ruane
mengatakan “if theory offers ideas (concepts) about how the world works,
research is about empirically documenting (showing) whether or not those ideas
are correct. Consequently, research can be seen as either an effort to (a) test
established theory or (b) generate new theory. (Research conducted to test
established theorynis called deductive research, research that starts in the
empirical realm and tries to generate theory is called inductive research). In
either scenario, research must encounter concepts. Good research either begins
with on ends in the realm of concepts and theory.
Klasifikasi teori
Teori
dapat diklasifikasikan dari berbagai dimensi. Empat hal penting dari
klasifikasi teori adalah:
1. Aspek
kuantitatif atau kualitatif dari teori: adalah teori kuantitatif atau teori
kualitatif?
2. Level
analisis: pada level analisis apa teori digunakan?
3. Lingkup
(atau domain) dari teori: apa domain teori?
4. Level
deskripsi: pada level desripsi apa teori beroperasi?
Aspek teori
Teori
dapat diklasifikasi atas teori quantitative dan qualitative. Bordens dan
Abbott, menggambarkan karakteristik dari teori kuantitatif sebagai berikut.
“a quantitative theory defines the
relationships between its variables and constans in a set of mathematical
formulas. Given specific numerial inputs, the quantitative theory generates
specific numerial outputs. The relationship thus described then can be tested
by setting up the specified conditions and observing whether the outputs take
on the specified values (within the error of measurement).
Sementara teori kualitatif digambarkan sebagai
berikut.
“a qualitative theory is any theory that is not
quantitative. Qualitative theories tend to be stated in verbal rather than
mathematical terms. These theories state which variables are important and,
loosely, how those variables interact.
Level analisis teori
Berdasarkan
“the level of social reality with which they deal”, Neuman membedakan
teori-teori sosial dalam tiga tingkat yaitu:
1. Micro-level
theory, berkenaan dengan bidang kecil dari waktu, ruang, atau jumlah orang.
2. Meso-level
theory, adalah secara relatif jarang. Ini berusaha untuk menghubungkan tingkat
makro dan mikro atau beroperasi pada satu tingkat intermediate.
3. Macro-level
theory concerns the operation of larger aggregates such as social institusions,
entire cultural systems, and whole societies. Is uses more concepts that are
abstract.
Teori ekplanasi dapat diklasifikasi menjadi
tiga yaitu:
1. Penjelasan
deskripsi merupakan satu bentuk penjelasan dari satu teori berkenaan dengan
satu objek atau fenomena sosial tertentu.
2. Penjelasan
asosiasi merupakan bentuk penjelasan dari satu teori berkenaan dengan hubungan
antara dua fenomena sosial atau lebih.
3. Penjelasan
kausal merupakan bentuk menjelaskan dari satu teori berkenaan dengan hubungan
sebab-akibat antara dua fenomena sosial atau lebih.
4. Penjelasan
prediksi merupakan bentuk penjelasan dari satu teori berkenaan dengan ramalan atas
besarnya atas besarnya perubahan dalam gejala tertentu karena terjadi perubahan
dalam jumlah tertentu dalam variabel tertentu.
Gaya mengontruksi teori
Menurut David A. De Vaus, untuk paham peranan
teori dalam penelitian empirik itu berguna untuk membedakan antara dua gaya
berbeda mengontruksi teori dari penelitian: theory building dan theory testing.
Theory building
Theori building adalah proses dimana penelitian
mulai dengan observasi dan menggunakan inductive reasoning untuk menurunkan
satu teori dari observasi tersebut.
Theory
testing
Menurut
David A. De Vaus, satu pendekatan theory testing mulai dengan satu teori dan
menggunakan teori melalui inductive reasoning untuk menjelaskan apa yang di
observasi.
Apa itu hipotesis?
Hipotesis
merupakan elemen penting dalam penelitian ilmiah kuantitatif. Menurut Fred
N.Kerlinger, hipotesis adalah pernyataan dugaan (conjectural) tentang hubungan
antara dua variabel atau lebih. Nachmias and Nachmias mengatakan,”hypotheses
are tentative answer to research problems”.
Tipe-tipe hipothesis
Tipe
hipotesis berdasarkan tujuan dapat dibedakan atas: hipotesis deskriptif dan
hipotesis eksplanasi yang dibedakan atas hipotesis asosiatif atau korelasional,
hipotesis kausal, hipotesis prediktif, dan hipotesis perbedaan atau komparatif.
BAB VII
Pengukuran: Membuat konsep abstrak jadi terukur
Apa itu pengukuran?
Definisi pengukuran
Pengukuran
merupakan satu tahap kunci dalam proses penelitian kuantitatif. Proses
pengukuran dapat di definisikan sebagai proses penentuan dimensi atau indikator
dari konsep atau variabel dan memberikan respons pada indikator menurut aturan
tertentu. Pengukuran berarti memberi angka atau kategori untuk karakteristik
(atau atribut-atribut) dari subjek. Jadi, hasil dari pengukuran adalah ukuran
yang diberi respons. Ukuran adalah lebih konkret dari konstruk atau variabel.
Pentingnya pengukuran dalam penelitian
Ada
delapan alasan utama mengapa penting melakukan pengukuran dalam penelitian
kuantitatif.
1. Pengukuran
menggambarkan gejala sosial secara empiris atau mewakili konsep yang diteliti
secara akurat.
2. Pengukuran
mengubah data yang dapat yang dapat menerima manipulasi dan perlakuan
statistik.
3. Pengukuran
membantu untuk pengujian hipotesis.
4. Pengukuran
memungkinkan penelitian membedakan dan mengklasifikasi antara subjek sesuai
dengan derajat dari perangkat tertentu yang dimilikinya.
5. Pengukuran
memberi dukungan empiris terhadap teori dengan menghubungkan masalah penelitian
dan penjelasan yang diformulasi secara teoritik dengan data yang dikumpulkan dari
realitas melalui obsevasi empiris.
6. Pengukuran
menggambarkan perbedaan tajam antara orang-orang dalam kaitan dengan
karakteristik dalam pertanyaan.
7. Pengukuran
menggambarkan perbedaan.
8. Pengukuran
menjadi dasar untuk memilih metode analisis yang sesuai dan menyediakan dasar
untuk estimasi lebih tepat derajat hubungan antara variabel, misalnya melalui
analisis korelasi atau analisis regresi.
Proses pengukuran
Pengukuran
adalah satu proses. Sebagai suatu proses maka pengukuran untuk penelitian
kuantitatif meliputi tiga tahap seri tahap sekuansi kegiatan yaitu:
1. Konseptualisasi
untuk menentukan konsep.
2. Operasionalisasi
untuk menentukan indikator.
3. Penskalaan
untuk menentukan nilai respons.
Definisi operasional
Operasional
merupakan definisi yang menyatakan seperangkat petunjuk atau kriteria atau
operasi yang lengkap tentang apa yang harus diamati dan bagaimana mengamatinya
dengan memiliki rujukan-rujukan empirik.
BAB VIII
Populasi dan sampling: memilih subjek
penelitian
Subjek penelitian
Subjek
penelitian, baik unit analisis maupun unit observasi memiliki kedudukan sentral
dalam penelitian karena data tentang objek, gejala atau masalah yang diteliti
melekat pada subjek penelitian .
Ada tiga istilah mendasar yang harus
didefinisikan untuk menjelaskan subjek dari disiplin statistik:
1. Unit (or
element, or case). Satu unit (kadang-kadang dinamakan element, atau case) adalah objek terkecil
(the smallest object).
2. Population.
Satu populasi adalah kumpulan dari semua unit yang kita ingin pertimbangkan
untuk distudi.
3. Sample.
Satu sample adalah setiap subset (atau sub kelompok) dari populasi kita.
Populasi
Baik
unit analisis maupun unit observasi berada dalam satu himpunan yang disebut
populasi. Populasi adalah seluruh unit-unit dari mana sampel dipilih. Menurut
Zikmund dkk, “a population (universe) is any complete group for example, of
people, sales territories, stores, or college student that shares some common
set of characteristics.
Tipe populasi
Populasi
dapat dibedakan antara populasi target/sasaran (sampling population). Menurut
Grove dkk, “population target” adalah kelompok dari elemen-elemen untuk mana
investigasi survei ingin membuat inferensi menggunakan statistik sampel.
Populasi target adalah terbatas dalam ukuran. Elemen-elemen adalah unit
fundamental dari populasi.
Sampel
Definisi sampel
Satu
sample juga dapat didefinisikan sebagai, “a finite part of a statistical
population whose properties are used to make estimates about the population as
a whole... when dealing with people, it can be defined as a set of target
respondents selected from a larger population for the purpose of a survey.
Jadi, ada hubungan antara populasi dan sampel.
Sampel (jika dipilih secara random) diukur untuk membuat generalisasi tentang
populasi.
Sampling
Sampling
adalah proses memilih sejumlah unit sample dari populasi untuk dipelajari dan
unit tersebut mewakili populasi. Adapun tahap-tahap utama dalam proses sampling
adalah:
1. Putuskan
apakah menggunakan satu sampel dan mengapa
2. Tetapkan
satu unit sampling dan kerangka sampling
3. Tentukan
ukuran sample yang dibutuhkan
4. Tentukan
rancangan sampling
5. Lakukan
sampling atau pilih unit sampling aktual
Sampling unit
Sampling
unit adalah elemen atau seperangkat elemen-elemen yang tersedia untuk seleksi
dalam proses sampling. Menurut Sapsford dan jupp, “for the purposes of
sampling, populations can be thought of as consisting of sampling units. These
are collections of elements which do not overlap and which exhaust the entire
population.
Macam-macam sampling:
1. Sampling
probabilitas :
1. Sampling
acak sederhana
2. Sampling
acak sistemastik
3. Sampling
acak distratifikasi
-
sampling
distratifikasi proporsional
-
sampling
distratifikasi disproposional
4. Sampling
acak kluster
2. Sampling
nonprobabilitas
1. Sampling
konveniensi
2. Sampling
purfosif
3. Sampling
kuota
4. Sampling
bola salju
BAB IX
Pengumpulan data
Apa itu pengumpulan data?
Data
merupakan bahan penting yang digunakan oleh peneliti untuk menjawab pertanyaan
atau menguji hipotesis dan mencapai tujuan penelitian. Data dalam penelitian
menunjuk pada ukuran atau observasi aktual tentang hasil dari suatu investigasi
survei.
Tipe data
Tipe
data dapat dikategorikan berdasarkan jenis data/informasi, bentuk data, ukuran
data, dan sumber/keutamaan data.
Jenis data
Untuk
mencapai tujuan-tujuan survei adalah
berguna bagi perancang untuk menetukan secara tepat apa kategori atau tipe
informasi yang diperlukan. Penentuan tipe informasi yang dicari melalui
kuesioner membantu peneliti untuk menciptakan pertanyaan-pertanyaan dengan
kategori respons yang sesuai.
Bentuk data
Dilihat
dari bentuk, ada dua tipe variabel yaitu qualitative variables dan quantitative
variables. Variables kuantitaif mengandung data kuantitatif sedangkan variabel
kualitatif mengandung data kualitatif.
Ukuran data
Ukuran
tingkat data ditentukan oleh skala ukuran variabel. Mengetahui tingkat data
yang di ukur adalah penting sebab menjadi salah satu faktor yang menentukan
metode pengumpulan data mana yang harus dipakai dan teknik statistik mana yang
harus digunakan. Berdasarkan skala ukuran variabel, ukuran data mungkin
nominal, ordinal, interval atau rasio.
Sumber data
Menurut
Bean, “the sources of data can vary widely--- historical documents,
governmental records, organizational records, interviews, standardized surveys,
quistionnaries develoved as part of the research protocol of a particular
study, unobtrusive measures, observations, participant observation, and so on.
The quality of the research depends on the quality of the data analyzed; data
analysis has only a secondary influence”
Sumber data tersebut dapat dikategorikan
menurut sumber dan keutamaan data. Menurut keutamaan data, maka data penelitian
dapat dibedakan atas data primer dan data sekunder.
Metode pengumpulan data
Metode
pengumpulan data adalah cara yang digunakan untuk mengumpulkan atau mendapatkan
data dari fenomena empirik. Ada dua metode pengumpulan data yaitu metode
pengumpulan data kuantitatif dan metode pengumpulan data kualitatif.
Rancangan eksperimen
Rancangan
eksperimen merupakan satu rancangan penelitian dalam penelitian kuantitatif.
Rancangan survei
Rancangan
survei merupakan satu bentuk sangat umum dari pengumpulan data untuk penelitian
kuantitatif karena survei menghasilkan informasi statistik.
Survei kuesioner
Survei
quesioner merupakan satu mekanisme pengumpulan data yang efisien bila peneliti
mengetahui secara jelas apa yang di syaratkan dan bagaimana mengukur variabel
yang diminati.
Perancangan instrumen
Instrument
penelitian merupakan alat atau sarana untuk pengumpulan data.
Wawancara survei
Wawancara
adalah satu pristiwa umum dalam kehidupan sosial sebab ada banyak bentuk
berbeda dari wawancara. Metode wawancara merupakan metode yang digunakan untuk
mengumpulkan data atau keterangan lisan dari seseorang yang disebut responden
atau informan melalui suatu percakapan yang sistematis dan terorganisasi.
Tipe wawancara
Wawancara
sebagai teknik mengumpulkan data terjadi pada berbagai tatanan. Wawancara
penelitian merupakan satu bentuk wawancara yang bertujuan mendapat data atau
informasi yang akurat dari orang lain. Secara garis besar wawancara penelitian
dapat dibedakan atas wawancara terstruktur atau wawancara tidak struktur.
Berdasarkan pelaksaannya dibedakan atas wawancara tatap muka atau wawancara
melalui teknologi informasi.
Struktur wawancara
Wawancara
dapat dilakukan terstruktur. Wawancara terstruktur, kadang-kadang disebut
wawancara distandarisasi.
BAB X
Analisis data kuantitatif
Pemrosesan data
Apa
yang dilakukan peneliti setelah data dikumpulkan atau pasca-pengumpulan data?
Yang dilakukan peneliti adalah pemrosesan data. Istilah lain yang sering
digunakan adalah preparasi data, mengorganisasi , reduksi data. Tahap-tahap
pemrosesan data atau mentransformasi data mentah menjadi informasi adalah
sebagai berikut. Pertama-tama peneliti menyediakan data mentah. Data tersebut
diperoleh dari penyebaran kuesioner atau wawancara atau keduanya. Terhadap data
tersebut kemudian dilakukan penyuntingan, pengkodean, tabulasi.
Kelengkapan
Kelengkapan
data dalam kuesioner berkaitan dengan kelengkapan lembar kuesioner, identitas
sumber data, kelengkapan pengisian instrumen. Sedangkan kelengkapan data dengan
menggunakan wawancara berkaitan dengan apakah jawaban atas semua pertanyaan dan
lembaran jawaban sudah lengkap.
Akurasi
Akurasi
data berhubungan dengan kesesuaian antara pertanyaan yang diajukan dengan
jawaban yang diperoleh. Ketidaksesuaian bisa terjadi karena kesalahan mencatat
atau responden tidak mengerti pertanyaan atau tidak menguasai apa yang
ditanyakan.
Konsitensi
Konsitensi data berhubungan dengan kecocokan
atau kesesuaian antara jawaban atau data dari pertanyaan yang satu dengan
jawaban atau data dari pertanyaan lainnya.
Keseragaman
Keseragaman
data berarti data dicatat dalam satuan-satuan yang seragam. Ini dapat dilakukan
jika ada keseragaman interpresi pertanyaan, intruksi-intruksi, dan pencatatan.
Relevansi
Relevansi
data menunjuk pada kesesuaian, baik kedalaman maupun keluasan antara data yang
diperoleh dengan hal yang dipertanyakan atau data yang dibutuhkan. Peneliti
atau pengumpul data yang kurang cakap merumuskan pertanyaan sering
mengakibatkan responden memberikan jawaban yang tidak relevan dengan masalah
yang diteliti.
Masalah missing data dan cara menangani
Missing
data atau missing value adalah hal yang biasa dalam penelitian survei. Dalam
penelitian survei dengan kuesioner juga sering ditemukan nonrespon untuk
menunjukan kegagalan untuk memperoleh ukuran dalam unit yang disampel.
Peneliti
metodologis telah menemukan tiga tipe dari munculnya nonrespons, yaitu:
1. Tidak
ada kontak, gagal mengantarkan permintaan karena tidak tahu lokasi sampel atau
alamat surat.
2. Menolak
untuk partisipasi, kontak pribadu dihapus untuk permintaan.
3. Tidak
mampu berpartisipasi, kontak pribadi tidak paham bahasa dari kuesioner.
Prosedur coding
Prosedur
coding adalah seperangkat aturan-aturan untuk menetapkan angka atau nomor
tertentu yang diberikan untuk atribut variabel tertentu.
Ada empat aturan dasar untuk pengkodean yang
baik
1. Link to
theory
2. Exhaustiveness
3. Mutual
exclusiveness
4. Detail
Waktu coding
Melalui
penyandian atau pemberian kode, klasifikasi ditandai dengan tanda kode tertentu
untuk tiap kategori dalam bentuk angka. Kapan coding dilakukan? Proses
penyandian dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pre-coded dan past-coded.
Kerangka coding
Kerangka
pengkodean merupakan seperangkat kategori-kategori kode dan memuat semua
informasi yang diabstraksi dari kuesioner.
Kerangka coding dibedakan menjadi:
1. Coding
berdasarkan tipe data
2. Coding
berdasarkan tipe pertanyaan
3. Coding
berdasarkan arah pertanyaan
BAB XI
Hasil uji hipotesis, pembahasan dan kesimpulan
Hasil
Setelah
mengolah dan menganalisis data, maka hasilnya harus anda sajikan atau
presentasikan. Hasil analisis anda disajikan tanpa membahas atau
menafsirkannya. Hasil analisis yang disajikan adalah meliputi dua hal yaitu
hasil analisis deskriptif dan hasil analisis deskriptif dan hasil analisis
korelasional.
Hasil analisis deskriptif
Ada
sejumlah tipikal dari analisis deskriptif seperti tabel frekuensi, grafik dan
tendensi sentral.
Hasil analisis korelasional: uji hipotesis
hubungan bivariabel
Berikut
adalah garis besar tahap-tahap dalam menguji hipotesis bivariat:
1. Tetapkan
null hypothesis dan alternate hypothesis.
2. Tetapkan
statistik uji yang distandarisasi.
3. Kalkulasi
nilai dari statistik uji untuk menentukan kekuatan hubungan atau koefisien
korelasi.
4. Kalkulasi
nilai dari statistik uji untuk menentukan signifikasi koefisien korelasi
kekuatan hubungan.
5. Gambarkan
kesimpulan: tolak atau terima.
Menyajikan hasil analisis hubungan multivariat:
Uji hipotesis regresi
Analisis
regresi digunakan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai
variabel independen dinaikkan atau diturunkan. Data yang digunakan biasanya
berskala interval atau rasio. Sebagai contoh adalah regresi antara biaya antara
promosi terhadap prestasi kerja.
BAB XII
Menulis proposal dan laporan hasil penelitian
kuantitatif
Menulis proposal penelitian
Ada
dua konsep yang saling terkait yaitu rencana penelitian dan proposal
penelitian. Rencana penelitian kadang-kadang dipertukarkan dengan proposal
penelitian.
a. Bagian
awal
Bagian
awal dari satu proposal penelitian merupakan halaman pendahuluan terdiri atas
halaman judul, halaman persetujuan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel,
dan daftar gambar.
1. Judul
Halaman
judul untuk tesis dan disertasi, misalnya, memuat judul penelitian, tingkat
persyaratanyang dipenuhi, nama peneliti, afiliasi institusional, baik nama dan
tempat serta waktu laporan final penelitian diselesaikan.
2. Halaman
persetujuan
3. Kata
pengantar dan ucapan terimakasih
4. Daftar
isi
5. Daftar
tabel/bagan/gambar
b. Bagian
utama
Bagian
utama memuat komponen utama dari rencana penelitian yang dibicarakan secara
mendalam.
1. Bab
pendahuluan
-
Latar
belakang penelitian/masalah
-
Rumusan
masalah
-
Maksud/tujuan
-
Kegunaan/manfaat
2. Bab kerangka
teoritik dan hipotesis
-
Kerangka
teoritik
-
Hipotesis
3. Bab
metode
-
Rancangan
pengujian
-
Variabel
dan pengukuran
-
Populasi
dan penarikan sampel
-
Pengumpulan
data
-
Analisis
data
c. Bagian
akhir
Bagian
akhir dari satu proposal penelitian adalah schedul waktu, anggaran kalu ada,
kepustakaan, dan lampiran kalau ada.
Evaluasi proposal penelitian kuantitatif
Untuk
mengetahui apakah satu proposal penelitian kuantitatif berkualitas atau tidak
untuk seluruh tahapan penelitian maka perlu dilakukan evalusi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar